alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Kades Catakgayam Jombang Diserang ODGJ

02 September 2021, 09: 30: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

VIRAL: Video aksi pemukulan warga kepada kades Catakgayam, kemarin.

VIRAL: Video aksi pemukulan warga kepada kades Catakgayam, kemarin.

Share this      

JOMBANG – Sebuah video berdurasi 2.50 menyebar di sejumlah grup pesan singkat WhatsApp. Video itu, merekam Kepala Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno yang diserang seorang warga. Diketahui kemudian, penyerang kades ini adalah seorang ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Dalam video itu, Sugeng Samsuri, Kades Catakgayam dan beberapa perangkat awalnya tengah berada di aula kantor desa tengah latihan paduan suara. Kades, sedang memakai baju batik dengan setelan celana panjang.

Tiba-tiba Jamis Teguh, 50, datang menghampirinya sambil berteriak-teriak tentang Lomba Jokowi yang Sugeng sendiri tak pernah paham yang dia maksud.

Baca juga: Bantuan UPPO Kementerian Pertanian di Jombang Tak Maksimal

Mengetahui itu, Sugeng sempat mundur dan berusaha menjauhi pelaku. Namun tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba Jamis menyerangnya dengan tendangan dan pukulan.

Meski terus menghindar, mantan kontestan pilkades terlihat terus mengejar kades dan menyerang. Kondisi ini berakhir setelah sejumlah perangkat desa melerainya.

Jamis bahkan sempat mengejar kades yang bersembunyi di ruangannya. ”Jadi waktu itu saya sedang latihan kor bersama perangkat untuk peringatan kemerdekaan, tiba-tiba saja pelaku ini datang sendirian dan merangsek masuk,” terang Sugeng Samsuri, Kades Catakgayam ketika dikonfirmasi.

Dia menerangkan, kedatangan Jamis disebutnya untuk menanyakan lomba yang merasa pernah ia ikuti yang disebutnya lomba Jokowi.

Sugeng menerangkan, pada 2019 lalu, Jamis pernah datang ke balai desa untuk menyerahkan berkas pendaftaran lomba Jokowi yang dia sendiri tak pernah paham lomba yang dimaksud. ”Dia datang ke balai desa itu nuntut hadiahnya kok nggak diproses. Padahal kata dia, pak Jokowi memberikan hadiah kan cukup banyak. Lha kita kan nggak tahu Lomba Jokowi itu lomba apa?” ungkapnya.

Meski mengakui mendapatkan beberapa serangan, Sugeng menyebut ia tak menderita luka berarti. Kasus penyerangan itupun, disebutnya kini telah ditangani Tiga Pilar untuk dikoordinasikan. ”Karena memang kondisi si Jamis ini memang ada gangguan kejiwaan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, AKP Yogas, Kapolsek Mojowarno membenarkan kejadian itu. Dari data yang ia dapat, diketahui Jamis, pelaku penyeragan kades itu mengidap gangguan kejiwaan. ”Jadi dari informasi yang kita dapat, pelaku ini sempat mengikuti pemilihan kades pada 2017, namun tidak terpilih, sehingga mentalnya terganggu depresi dan kemudian menderita gangguan jiwa,” lanjutnya.

Bahkan, Yogas menyebut bukan pertama kali ini saja Jamis membuat keonaran. Ia sempat merusak beberapa kaca di Balai Desa Catakgayam pada 2018 lalu. ”Tapi karena memang dia ODGJ, tidak bisa diproses hukum, jadinya waktu itu ia dikirim ke RSJ di Malang,” lontarnya.

Disinggung soal tindak lanjut yang akan dilakukannya usai penyerangan itu, Yogas menyebut masih mendalami kasus. ”Kita akan koordinasikan dulu sama tiga pilar, artinya ini mau diapakan orang ini, kalau memang dianggap meresahkan ya kita kirim lagi nanti ke RSJ,” pungkasnya.

(jo/fid/naz/JPR)

 TOP