alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

AKP Radyati Putri Pradini SIK Kapolsek Tembelang: Cantik dan Tegas

01 September 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

AKP Radyati Putri Pradini SIK Kapolsek Tembelang

AKP Radyati Putri Pradini SIK Kapolsek Tembelang

Share this      

CANTIK dan tegas. Gambaran itu cukup pas disematkan pada diri AKP Radyati Putri Pradini SIK Kapolsek Tembelang. Sebagai ibu rumah tangga dan pimpinan institusi kepolisian, ia harus lebih bijak menentukan skala prioritas.

”Caranya membagi waktu. Maksudnya pekerjaan dan keluarga tetap prioritas. Namun pekerjaan ada yang tingkat prioritasnya di bawah keluarga, jadi saya dulukan keluarga. Insya Allah institusi memahami,” ucap warga Dusun Plembon, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang ini.

Sebagai abdi negara, ia juga sering memrioritaskan kewajibannya di tempat kerja dibandingkan keluarga. Misalnya ada kegiatan yang tidak mungkin ditinggalkan, maka ia akan melepas tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Keluarga pasti memahami.

Baca juga: Yus Baiti Rochaini Guru KB di Jombang Rumah dari Ranting Pohon

”Sejauh ini keluarga sangat paham dengan apa yang menjadi tanggungjawabnya di institusi. Bukan mengalahkan salah satu profesi atau keluarga, tapi lebih tepatnya bijak memilih prioritas,” jelas istri Aris Fitra Perdana ini.

Amanah yang diembannya sekarang memang menjadi tantangan tersendiri. Apalagi anggotanya mayoritas laki-laki dan dari segi usia lebih senior. Ia merasa, anggotanya yang 95 persen laki-laki lebih menghargai dan lebih sigap menjalankan tugas tanpa tawar.

”Pernah saya tanya salah satu anggota, kenapa saya perintah ini itu langsung dilaksanakan tanpa tawar, jawabnya karena nggak enak hati. Karena komandan pasti mendapatkan perintah dari pimpinan, dan selama ini sudah memberi contoh yang baik,” jelasnya.

Dari situlah, Putri menilai, contoh tindakan yang baik maka akan diikuti oleh anggota lebih baik. Kecuali anggota yang memang bebal karakternya. “Kalau satu dua kali masih bisa diingatkan, saya lihat ada perkembangan, ya saya maafkan. Tapi kalau berkali-kali dibilangi tidak mempan, ya jangan salahkan kalau ambil tindakan,” tegas ibu dua anak ini.

Dalam pribadinya, ia harus memiliki dua sifat, yaitu lembut keibuan dan tegas. Ia menganggap hal itu sebagai kelebihan yang dimiliki wanita. Karena wanita adalah seorang ibu, maka keputusan yang diambil dipikirkan lebih mendalam, namun tetap tegas. ”Itu harus berjalan bersamaan, demi majunya institusi,” jelas wanita kelahiran Bantul, 12 Maret 1992 ini.

Sebagai bagian dari Polri, menurutnya polwan akan menjadi sorotan jika melakukan sedikit kesalahan. Sebaliknya, menjadi prestasi jika berhasil melakukan sesuatu terbaik. Untuk itu sebagai kapolsek termuda, sedikit banyak ia belajar dari pengalaman anggotanya yang lebih senior. ”Alhamdulillah mereka juga menghargai saya sebagai pemimpin meskipun usianya terpaut jauh,” pungkasnya.

(jo/wen/naz/JPR)

 TOP