alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Polres Jombang Terus Dalami Dugaan Pungli PTSL Mancar

26 Agustus 2021, 10: 05: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Polres Jombang Terus Dalami Dugaan Pungli PTSL Mancar

Share this      

JOMBANG – Kepolisian terus mendalami dugaan pungli program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan. Polisi masih terus mendalami keterangan sejumlah saksi termasuk mengumpulkan barang bukti.

”Untuk penyelidikan program PTSL Desa Mancar masih terus proses,” ujar  AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dirinya mengungkapkan, saat ini terus mendalami keterangan dari pihak-pihak terkait, terutama dari perangkat desa. ”Kita masih mendalami dari perangkat desa,” tegasnya lagi.

Baca juga: Ruas Jalan Ploso-Kabuh Jombang Hanya Berlakukan Satu Arah

Tidak hanya itu, Teguh mengungkapkan, saat ini penyelidikan juga terus mengumpulkan alat bukti lainnya. ”Sama kita kumpulkan alat buktinya,” imbuhnya.

Teguh menambahkan, setelah mendalami keterangan dari perangkat desa, pihaknya juga akan meminta keterangan ke pejabat dari ATR/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jombang. ”Setelah selesai meminta keterangan dari perangkat desa, kami juga akan memeriksa dari BPN,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, biaya pengurusan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan dikeluhkan warga. Pasalnya biaya yang dipatok panitia terlalu mahal.

Untuk pengurusan sertifikat, per bidang dipatok Rp 260.500, padahal dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, pemerintah menetapkan biaya persiapan PTSL sebesar Rp 150 ribu untuk Wilayah Jawa – Bali. Sehingga ada selisih Rp 110.500 per bidang.

Dalam keterangan yang dipasang panitia, kelebihan pembayaran itu dikarenakan sejumlah kebutuhan panitia desa seperti pengadaan komputer, printer, internet hingga pulsa yang dibebankan kepada peserta PTSL.

Polisi akhirnya bergerak melakukan penyelidikan. Sejumlah perangkat desa, kepala desa hingga panitia PTSL Desa Mancar secara bergiliran dipanggil untuk dimintai keterangan.

Usai kasusnya jadi sorotan, panitia PTSL Desa Mancar meminta warga untuk mengambil kembali uang yang sudah sempat terbayarkan kepada panitia saat pendaftaran.

Dalam surat bernomor 593/131/415.66.2/2021 tertanggal 29 Juli 2021 itu, Nur Prasetyo, Kades Mancar menulis agar semua ketua RT dan RW menyampaikan kepada pemohon PTSL untuk mengambil uang kelebihan Rp 110.500. Kades berdalih selisih uang Rp 110.500 merupakan uang titipan pendaftaran. Uang kelebihan biaya PTSL itu bisa diambil dipanitia.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP