alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Ratusan Nakes Terpapar, RSUD Jombang Kewalahan Tangani Pasien

26 Juli 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran

Share this      

JOMBANG – Laju penularan kasus Covid-19 yang terus melonjak tentu menambah beban tenaga kesehatan (nakes). Tak tanggung-tanggung, RSUD Jombang mencatat, ada ratusan nakesnya terpapar. Sebagian masih menjalani isolasi mandiri (isoman), sebagian dirawat.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran menerangkan, dari sedikitnya 1.400 pegawai RSUD, ada sekitar 200 pegawai yang terpapar. ”Awalnya kan 60, kemudian jadi 160, naik lagi jadi 170 orang. Kalau ditotal mungkin 200-an yang terpapar,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pudji menambahkan, banyaknya nakes yang terpapar seiring mewabahnya Covid-19 varian Delta marak di Indonesia. Dari 200-an nakes yang terpapar, hampir semuanya isoman. ”Hanya ada 5 orang yang dirawat di RSUD Jombang,” imbuuh dr Pudji.

Baca juga: Pengerukan Proyek Jl KH Wahid Hasyim Jombang Masuk Seksi 4

Bagi mereka yang bergejala ringan, penanganannya cukup menjalani isoman. tentunya dengan pengawasan serta pengobatan oleh tim. ”Jika terjadi perburukan, kami sediakan ruang khusus untuk karyawan/staf,” papar dia.

Dijelaskan, dari beberapa timnya yang dirawat, hampir semuanya sudah dipulangkan. Namun, masihh ada satu yang dirujuk ke rumah sakit di Surabaya karena kondisinya memburuk. ”Jadi beliau adalah seorang dokter spesialis. Sebenarnya kita bisa merawat, tapi karena kekhawatiran, makanya kita rujuk ke sana,” terangnya.

Akibat banyaknya nakes yang terpapar, otomatis berdampak pada pelayanan rumah skait pelat merah ini. Namun demikian, pihaknya bergerak cepat melakukan penataan tim termasuk mendapat tambahan tenaga dari relawan mahasiswa stikes semester akhir. ”Saat ini alhamdulillah sudah ada yang mulai masuk. Jadi sebagai antisipasinya, kita lakukan tambal sulam, karena pelayanan tidak boleh berhenti, jadi yang senior tetap kita tempatkan untuk memantau yang baru-baru tersebut,” terangnya. 

Disinggung terkait hasil tracing banyaknya nakes terpapar, Pudji belum bisa memastikan. ”Kalau menurut saya, terpaparnya dari luar bisa dari keluarga, teman dan lain-lain. Karena kalau saat menangani pasien relatif kecil, sebab mereka menggunakan APD (alat pelindung diri) dengan prokes ketat di ruang isolasi,” pungkasnya.

(jo/ang/naz/JPR)

 TOP