alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Berkas Oknum Perawat RSUD Cabul di Jombang Dikembalikan Jaksa

26 Juli 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

DITAHAN: Oknum perawat RSUD yang diduga menghamili pelajar saat diamankan di Mapolres Jombang, beberapa waktu lalu.

DITAHAN: Oknum perawat RSUD yang diduga menghamili pelajar saat diamankan di Mapolres Jombang, beberapa waktu lalu.

Share this      

JOMBANG –Doni Deadi Subaktiar, 31, oknum perawat RSUD yang tega menghamili pelajar masih berproses di kepolisian. Dari hasil penelitian jaksa, masih terdapat kekurangan, sehingga belum bisa dinyatakan P21 (lengkap).

”Masih p19, dari hasil penelitian masih ada beberapa hal yang harus dilengkapi,” terang Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Ahmad Jaya, kemarin.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya sudah mengirikan berkas ke penyidik untuk dilengkapi. ”Sudah kita berikan petunjuk untuk dilengkapi,” singkat Jaya.

Baca juga: Catat Rekor! Sehari Kasus Covid-19 di Jombang Naik 387 Kasus

Seperti diberitakan sebelumnya, Doni Deadi Subaktiar, 31, oknum perawat di RSUD Jombang diamankan polisi. Menyusul perbuatannya yang diduga menghamili Bunga (nama samaran), 17, seorang siswi SMA di Jombang.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memperdayai korban dengan iming-iming akan dinikahi. Korban yang termakan bujuk rayu pelaku, akhirnya menjadi korban nafsu bejat oknum perawat asal Kecamatan Kabuh ini.

Selama sekitar setahun berpacaran, Doni mengaku telah berulangkali kali menyetubuhi korban. Di antaranya di kos-kosan pelaku bahkan di rumah korban. Akibat ulahnya itu, Bunga sempat hamil tiga bulan.

Bukannya bertanggung jawab menikahi, kepada polisi korban mengaku diperdayai pelaku untuk meminum beberapa butir pil hingga membuat Bunga mengalami keguguran.

Saat dicecar polisi, pelaku mengaku membeli obat penggugur kandungan dari media sosial seharga Rp 1,5 juta untuk dua butir pil. Polisi masih berupaya melacak jaringan pemasok pil.

Usai berhasil mengamankan tersangka, polisi terus mendalami penyidikan. Sedikitnya sudah ada empat saksi yang dimintai keterangan. ”Sepanjang penyidikan kemarin, sudah ada empat orang saksi yang diperiksa, mulai korban, teman korban, orang tua korban dan tetangga korban,” lanjutnya.

Disinggung terkait kemungkinan menjerat pelaku dengan tindak pidana aborsi ilegal, Teguh menyebut masih terus dilakukan pendalaman. ”Kita juga masih berusaha melacak ke penjual pil,” terangnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan jaksa. ”Mudah-mudahan bisa segera P21,” singkat Teguh. Atas perbuatannya, ia terancam hukuman maksimal 15 tahun sesuai pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP