alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
Cerita Perjuangan Para Penyintas Covid-19

Mukhlis Koiriyati: Jaga Pikiran, Pola Makan dan Latih Pernapasan

26 Juli 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Mukhlis Koiriyati Guru SMAN 2 Jombang

Mukhlis Koiriyati Guru SMAN 2 Jombang

Share this      

Terpapar Covid-19 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Mukhlis Koiriyati. Guru SMAN 2 Jombang bahkan mencatat semua hari-harinya selama menjalani isolasi mandiri (isoman) hingga mencapai sembuh yang dia rangkum dalam rumus PMP (Pikiran, Makan dan Pernapasan).

WENNY ROSALINA, Jombang

"Yang utama bagi pasien isoman, yaitu PMP. pikiran kita harus optimistis dan positif thinking," ungkap perempuan yang kerap disapa bu Mukhlis, salah satu penyintas Covid-19 yang baru dinyatakan sembuh Sabtu (24/7) kemarin.

Baca juga: Hari Ini Batas Akhir Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK di Jombang

Lebih lanjut, guru yang memegang bidang study Kimia bercerita, ia mulai merasakan gejala batuk sejak 8 Juli. Keesokan harinya demam, ditambah flu.

Mengetahui kondisinya fisiknya semakin drop, Mukhlis memutuskan untuk memeriksakan kesehatannya dan melakukan swab antigen. ”Akhirnya 11 Juli memutuskan untuk uji swab antigen dan hasilnya positif. Sejak saat itu, ia menjalani isolasi dan baru 24 Juli lalu dinyatakan negatif,” bebernya.

Ia termasuk bergejala ringan atau sedang. Ada batuk, sakit kepala berat juga flu. Hari keempat isolasi, ia mulai merasakan anosmia, yaitu tidak bisa membau. Agar cepat pulih, Mukhlis banyak menggonsumsi bawang lanang, melakukan penguapan dengan air panas dicampur tetesan minyak kayu putih. ”Juga penting minum putih yang banyak,” terang warga Kepatihan, Kecamatan Jombang.

Lebih lanjut, Mukhlis menjabarkan tentang tips PMP yang dirasa sangat efektif membantunya sembuh dari paparan Covid-19. ”P   yang pertama, yaitu pikiran yang harus optimistis. Ini penting bagi pasien yang sedang menjalani isolasi,” terangnya.

Selanjutnya, saat menjalani isolasi, dia pun terus berusaha memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya dengan melahap makanan, khususnya yang mengandung protein tinggi. ”M nya itu makan. Memang biasanya orang sakit makan nggak enak, nafsu makan berkurang, tapi harus tetap dipaksa makan untuk mempercepat kesembuhan,” imbuhnya.

Mukhlis menerangkan, salah satu ciri virus korona, yakni menyerang organ paru-paru. Karenanya latihan pernapasan juga penting dilakukan untuk mencapaui kesembuhan.

Mukhlis melakukannya dengan cara prouning, untuk meningkatkan saturasi oksigen dalam tubuhnya. Minimal sehari sekali dengan cara tengkurap dan perut diganjal dengan bantal. "Semua orang bisa melakukan prouning karena sudah banyak panduannya di video-video," katanya.

Terkait peralatan kesehatan harus mendapat perhatian penting. Paling utama ialah masker, sebab juga untuk melindungi orang lain. selain itu, , termometer, hand sanitizer, oxymeter. "Semua orang harus punya sendiri-sendiri. Oxymeter sangat penting untuk pasien isoman, agar selalu bisa memantau saturasi oksigen," jelasnya.

Ia terpapar dengan suaminya, namun gejalanya cenderung lebih ringan. ”Hanya merasakan batuk kecil dan sembuh dalam waktu satu hari,” imbuhnya.

Agar anggota keluarga tak ikut terpapar, dan lebih aman, ia juga memiliki peralatan pribadi. Seperti peralatan makan, peralatan ibadah, hingga kamar mandiri juga sendiri tidak campur jadi satu dengan keluarga yang sehat. "Nyuci juga harus sendiri," sambungnya.

Selama menjalani isoman, Mukhlis banyak mendapatkan support dari banyak orang. dari selain itu, dia juga banyak mendapatkan banyak masukan dan saran untuk pemulihan kesehatannya. Beberapa di antaranya, berkumur tiga kali sehari dengan antiseptik juga mencuci hidung dengan air garam. "Kalau air garam sudah disiapkan anak saya di plastik klip, tinggal menambahkan air hangat, dimasukkan speed, disemprotkan ke hidung dan dibuang," jelasnya.

Untuk obat-obatan yang dikonsumsi, ia konsultasikan dengan dokter. Karena masing-masing pasien memiliki diagnosa yang berbeda, sehingga ia tak sembarangan menuruti saran untuk hal obat-obatan.

Begitupun sebaliknya, obat yang ia konsumsi tidak ia sarankan untuk orang lain. "Karena tidak semua obat seperti saya bisa cocok, ada beberapa obat yang kalau saya minum bisa menimbulkan efek berkeringat, ndrodok," jelasnya.

Mukhlis sempat mengalami demam tinggi, sampai 39 derajat celsius. Karena tak kunjung turun, ia juga menggonsumsi vitamin, serta minuman seduhan rempah-rempah, jahe, sere dan madu hangat.

Tak hanya itu, setiap Mukhlis juga rajin berjemur. ”Berjemur rutin setiap hari, antara jam 09.00-10.00. Kurang lebih 15 menit dengan posisi punggung terbuka langsung tersinari matahari. Selama isolasi ia juga tidak menggunakan AC,” terangnya.

Hal yang paling penting menurutnya ialah berdoa. Dengan rutin membaca Alquran setelah salat Subuh dan Magrib. Untuk meningkatkan imun, ia juga sering membuka YouTube untuk melihat film-film lucu, atau video-video yang bisa mengibur. "Banyak berdzikir itu juga penting, kesembuhan dari luar, dalam dan pikiran," pungkasnya.

(jo/wen/naz/JPR)

 TOP