alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pandemi Covid - 19, Tanaman di Jombang Lebih Terawat

25 Juli 2021, 17: 56: 30 WIB | editor : Rojiful Mamduh

LEBIH CANTIK: Nurhayati menyiram anggrek dengan air cucian beras.

LEBIH CANTIK: Nurhayati menyiram anggrek dengan air cucian beras.

Share this      

JOMBANG – Pandemi ini secara tidak langsung membawa berkah bagi pecinta tanaman. Sebab, memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan untuk merawat tanaman lebih intensif. Baik kebutuhan air maupun pemupukan.

Nurhayati misalnya, selama pandemi memperbanyak koleksi tanaman anggrek dan merawat dengan berlama-lama. ”Ya,  pandemi ini jadi lebih banyak di rumah. Hikmahnya tanaman-tanaman lebih terawat dan hasilnya lebih cantik,” ucapnya kemarin.

Warga Keplaksari Peterongan yang menjadi salah satu wasit karate nasional ini sempat menambah koleksi bunga anggrek.  Meski halaman rumahnya tak begitu luas, namun terlihat asri.  Banyak jenis tanaman yang dirawat, mulai bunga hingga buah-buahan.

Baca juga: Tanaman Padi Diserang Tikus, Harga Gabah di Jombang Di Bawah HPP

Ada gazebo untuk bersantai lengkap dengan suara gemericik air dari kolam di sisi gazebo. Suara burung koleksi suami Nurhayati juga membuat suasana tampak teduh dan asri. Di luar pagar, terdapat sejumlah tanaman buah dalam pot. Sedangkan di dalam rumah, ada puluhan jenis anggrek, sansivera, aglonema, dan berbagai tanaman hias yang lain.

Ia mengaku, koleksi tanamannya semakin banyak sejak  pandemi. Selain beli sendiri tambahan koleksi anggrek. Ia juga memecah beberapa tanaman dalam satu pot menjadi banyak tempat. Biasanya, ia menyiram anggreknya dengan air fermentasi bekas cucian beras yang dicampur dengan bawang merah.

Sayang, saat Jawa Pos Radar Jombang berkunjung ke rumahnya, tak banyak anggrek yang berbunga. ”Sudah selesai masa berbunga, anggrek kan memang bunganya cukup lama, biasanya waktu musim angin, karena musim hujan udara lembab,” katanya.

Di halaman rumahnya, juga ada tanaman jambu kristal yang sedang berbuah cukup lebat. Tanaman jenis dedaunan seperti aglonema juga tampak bersih dan mengkilat. Nurhayati sendiri yang membersihkan debu pada tanamannya. Dia membersihkan dengan minyak zaitun agar lebih mengkilat dan bersih.

”Tidak semuanya, yang bagus-bagus saja. itupun tidak setiap hari, mungkin seminggu sekali,” kata ibu tiga anak ini. Tak heran, taman terlihat cukup indah dengan hiasan rumput dan batu-batu putih yang tertata rapi. ”Memang sengaja halaman ini tidak dipaving, biar ada taman. Biasanya berkegiatan di gazebo ini, santai-santai dan caring setiap pagi,” pungkas dia.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP