alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

DPRD Jombang Minta Tempat Isolasi Masal Pasien Covid-19 Harus Layak

Pasien Isoman Hampir Tembus 1.000

24 Juli 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi

Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi

Share this      

JOMBANG – Langkah pemkab memanfaatkan 23 SMP untuk tempat isolasi masal mendapat dukungan dari dewan. Meski begitu, para wakil rakyat mewanti-wanti persiapannya harus matang.

”Kita mendukung, tapi harus dipersiapkan betul-betul matang. Baik anggaran, fasilitas dan tenaganya harus jelas. Jangan sampai nanti isolasi masal justru memunculkan masalah baru,” tegas Mas’ud Zuremi, kemarin.

Ia menambahkan, tempat isolasi harus dibuat nyaman agar tidak ada keluhan dari pasien yang menjalani isolasi. ”Dicek kembali mulai dari ketersediaan air dan lain sebagainya. Harus berfungsi dan tempat benar-benar siap untuk digunakan,” tegasnya.

Baca juga: Belasan Anak di Kabupaten Jombang Tersandung Kasus Hukum

Politisi PKB ini juga menegaskan, untuk penanganan kesehatan juga harus dilakukan dengan baik. Sehingga, memang dibutuhkan tenaga kesehatan yang lebih. ”Di Jombang sendiri kan banyak kayak sekolah kesehatan. Itu mahasiswa maupun mahasiswi akhir yang mempunyai pengalaman bisa direkrut untuk menjadi tenaga relawan. Tapi juga harus mendapat bekal lagi agar benar-benar siap,” katanya.

Dengan memanfaatkan tenaga relawan itu, tentu tidak ada alasan lagi kekurangan tenaga kesehatan (nakes). Sehingga, tempat isolasi yang sudah disiapkan bisa dijaga oleh tenaga-tenaga relawan. ”Ya kalau sudah ada isolasi masal itu pengawasan harus lebih baik lagi. Jangan dibiarkan begitu saja,” pungkas Mas’ud.

Sementara itu, Budi Winarno Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang mengatakan, isolasi yang disediakan digunakan untuk pasien yang rumahnya tidak memenuhi persyaratan digunakan untuk isolasi mandiri di rumah. ”Serta pasien dengan gejala ringan sampai sedang,” katanya.

Saat ditanya terkait kesiapan tenaga kesehatan (nakes) yang dipersiapkan, Budi menjelaskan, untuk pengaturan nakes dikoordinasikan kecamatan. ”Nakes nanti dari puskesmas, jumlahnya nanti sesuai dengan jumlah isoman yang menempati rumah sehat (gedung isolasi, Red),” tegasnya.

Ia juga mengakui, untuk saat ini persiapan masih terus dilakukan. ”Sekarang masih disiapkan, besok (hari ini, Red) akan ditinjau,” pungkas Budi.

Sebagian gedung SMP Negeri yang ditunjuk untuk menjadi tempat isolasi. Sudah mulai melakukan persiapan. Salah satunya juga, di SMPN 1 Ngoro juga sudah mempersiapkan enam ruangan untuk dijadikan tempat isolasi.

Seperti pantauan koran ini kemarin, beberapa kasur busa sudah nampak tertata rapi di setiap ruangan. Dalam satu ruangan kelas terdapat lima sampai enam kasur yang sudah ditata jarak satu meter lebih.

Moesfadjar Hadi Kepala SMPN 1 Ngoro mengatakan, persiapan sudah dilakukan sejak hari Kamis (22/7) kemarin. Diakuinya, untuk pihak sekolah hanya mempersiapkan ruangan dan kamar mandi saja. ”Untuk kasur dan lain sebagainya itu dari Satgas Covid Kecamatan. Kami hanya menyiapkan ruangan saja,” terangnya.

Bahkan, Hadi menambahkan untuk penataan juga dilakukan Satgas Covid-19. Dikarenakan, pihak sekolah sendiri tidak mengetahui bagimana penataan yang tepat untuk dijadikan tempat isolasi. ”Jadi kasur-kasur bukan sekolah yang menyediakan, sekolah juga tidak melakukan penataan,” katanya.

Ia mengungkapkan, dirinya juga tidak mengetahui kapan sekolahnya tersebut akan ditempati untuk merawat pasien Covid-19. ”Kemarin saya sudah tanyakan ke Satgas kapan akan ditempati, itu juga masih belum tahu kapan. Saya kemarin hanya mendapat informasi untuk mempersiapkan tempat saja,” pungkasnya.

Data yang dihimpun dari rilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, per kemarin (23/7) Kabupaten Jombang mencatatkan penambahan sebanyak 250 kasus baru, sebanyak 100 pasien dinyatakan sembuh dan 13 pasien meninggal.

Secara kumulatif, kasus Covid-19 persebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang sejak awal pandemi sudah mencapai 8.045 kasus, sebanyak 5.489 dinyatakan sembuh, 943 meninggal.

Akibat tingginya lonjakan kasus, beban nakes pun semakin berat. Tercatat angka pasien dirawat melonjak drastis mencapai 627 pasien, selain itu sebanyak 986 pasien menjalani isolasi mandiri.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP