alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pemkab Jombang Siapkan 23 SMP untuk Tempat Isolasi Masal

22 Juli 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Pemkab Jombang Siapkan 23 SMP untuk Tempat Isolasi Masal

Share this      

JOMBANG - Banyaknya dorongan agar pemkab menyiapkan gedung isolasi masal mulai ada titik terang. Hasil koordinasi satgas, rencana memanfaatkan gedung SMP Negeri untuk tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) atau pasien dengan gejala ringan sedang.

”Jadi ada 23 sekolah nantinya yang akan jadi lokasi isolasi ini, kita menyebutnya nanti rumah sehat ya. Yang ditempatkan di sini nantinya adalah pasien OTG, atau gejala ringan dan sedang,” terang Budi Winarno, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, kemarin.

Budi menyebut, 23 sekolah itu adalah beberapa SMP Negeri yang dinilai layak untuk ditempati sebagai lokasi isolasi di masing-masing kecamatan. Masing-masing sekolah itu, nantinya akan digunakan untuk menampung pasin dari beberapa desa sekaligus. ”Di situ, nantinya akan ada pengawasan, yang pasti dari puskesmas terdekat dan yang menangani masing-masing desa,” lanjutnya.

Baca juga: Jelang Panen, Petani Jagung di Jombang Semringah karena Harga Naik

Ia menyebut, nantinya pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri akan ditinjau kelayakannya. Baik dari kelayakan ia menjalani isoman, maupun kelayakan lokasi isolasi mandirinya. ”Kalau nanti dinilai rumah yang dijadikan lokasi isolasi tidak layak, ya harus dipindahkan ke lokasi rumah sehat ini,” ungkapnya.

Yang disebutnya tidak layak itu, adalah ketersediaan ruangan di dalam rumah untuk isolasi. Khususnya bagi mereka yang memiliki anggota keluarga dengan kasus positif lebih dari satu. ”Misal di rumah itu ada 4 yang positif, tapi kamarnya cuma satu kan ya tidak mungkin isoman di situ, harus dipindah,” katanya.

Sayangnya, Budi belum bisa menjelaskan kapan pastinya kebijakan itu akan berlaku efektif. ”Yang jelas ya segera, besok ini kita sudah mulai menyiapkan kebutuhan logistiknya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, per kemarin (21/7) lonjakan kasus baru meningkat tajam. Tercatat ada penambahan 159 kasus baru, 72 kasus sembuh dan 27 kasus meninggal. Secara kumulatif persebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang sudah tembus di angka 7.664 kasus, sebanyak 5.322 dinyatakan sembuh dan 912 warga dinyatakan meninggal. Sementara itu, tercatat 517 warga pasien dirawat di rumah sakit, serta 913 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri.  Selain itu, seiring peningkatan kasusnya yang tinggi, wailayah Kabupaten Jombang ditetapkan zona merah alias Kabupaten dengan tingkat risiko penularan Covid-19 tinggi.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP