alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kejari Jombang Support Pemerintah Daerah Atasi Pandemi

22 Juli 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Imran, Kepala Kejari Jombang

Imran, Kepala Kejari Jombang

Share this      

JOMBANG – Pandemi Covid-19 menjadi pekerjaan rumah bersama. Tak terkecuali Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang. Selain dituntut melakukan penyesuaian kinerja, Korps Adhyaksa juga men-support pemerintah daerah dalam menghadapi pandemi.

”Sesuai arahan Jaksa Agung, harus ada perubahan mindset dari pola-pola lama ke pola baru yang muaranya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Seperti saat pandemi sekarang, kita turut men-support pemerintah daerah,” terang Imran, Kepala Kejari Jombang, Rabu (21/7) kemarin.

Pihaknya pun banyak terlibat dalam aksi-aksi satgas, mulai dari penyaluran bansos, vaksinasi masal hingga tugas pengawasan. ”Kebetulan hari ini (Rabu, 21 Juli) bertepatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-21. Dan besok (hari ini, Kamis 22 Juli) Hari Bhakti Adhyaksa ke-61. Karena pandemi, peringatan kita gelar terbatas, dan besok juga ada apel secara daring, karena memang situasinya masih pandemi, kita tekankan prokes,” terang Imran.

Baca juga: Jombang Zona Merah, Dewan Minta Pemkab Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Tak hanya itu, pihaknya juga mendapat instruksi agar juga melakukan pengawasan terkait potensi penyimpangan saat pandemi. ”Salah satu yang menjadi perhatian kita adalah peredaran obat-obatan terkait penanganan pandemi. Kita bahkan menerjunkan fungsi intelijen melakukan pulbaket mengantisipasi adanya penyimpangan,” tegas Imran.

Imran juga menegaskan, pandemi Covid-19 menuntut peran aktif semua stakeholder untuk bergerak bersama dalam aksi-aksi yang konkret. ”Misalnya kita mendukung kegiatan penutupan jalan dalam rangka menekan mobilitas, dan tetap disiplin prokes. Itu juga sudah bentuk support,” bebernya.

Mantan Kajari Kabupaten Sintang itu menyebut, pandemi memang sedikit banyak berdampak langsung pada tugas-tugas kejaksaan. Namun, itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak bekerja. ”Pandemi ini menjadi tantangan kita semua untuk melakukan penyesuaian dengan terobosan-terobosan program agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, tentunya dengan mempertimbangkan keamanan dan kemudahan,” bebernya.

Hal ini, lanjut Imran sesuai dengan motto Kejaksaan Negeri Jombang. ”Kita punya moto, SANTRI (Santun, Akuntabel, Nyaman, Tuntas, Responsif dan Integritas). Ini setiap pagi, setiap apel selalu saya tekankan agar betul-betul dijiwai dan diimplementasikan,” tegas Kajari Imran.

Selain itu, pihaknya juga memiliki kebijakan yang dirumuskan dalam enam skala prioritas. Di antaranya, terkait manajemen, penataan tata laksana, pembagunan SDM, akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan layanan.

Disinggung terkait penanganan perkara yang di kejaksaan, Imran menyebut tetap berjalan. ”Di bidang pidsus (pidana khusus) kita menangani penyidikan kasus pupuk subsidi dan perpusdes. Sampai sekarang masih terus berproses, bahkan untuk penanganan kasus pupuk subsidi kita lakukan pengembangan ke tersangka lain,” tegasnya.

Di bidang pidana umum, jelas Imran juga tetap berjalan. Beberapa perkara juga menjadi atensi khusus. ”Ada beberapa perkara, kemarin kita juga baru saja menjatuhkan tuntutan maksimal kepada terdakwa sindikat narkoba terlibat jaringan internasional, bahkan ada yang kita tuntut hukuman mati,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menjatuhkan tuntutan maksimal kepada terdakwa dalam kasus kekerasan seksual. ”Itu kita berikan tuntutan maksimal. dan dalam sidang di-conform majelis hakim. Termasuk bidang datun juga terus bekerja,” tegasnya.

(jo/naz/naz/JPR)

 TOP