alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Jombang Zona Merah, Dewan Minta Pemkab Lakukan Evaluasi Menyeluruh

22 Juli 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Jombang Zona Merah, Dewan Minta Pemkab Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Share this      

JOMBANG – Banyaknya permasalahan terkait penanganan Covid-19 mendapat respons jajaran forkopimda. Kalangan dewan banyak memberikan catatan terkait penanganan pendemi di Jombang selama ini yang dinilai masih banyak kekurangan. Terlebih Jombang masuk zona merah.

”Jadi memang secara umum masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dibenahi, terutama juga berkaitan penyaluran bansos,” ujar Donny Anggun Wakil Ketua DPRD Jombang, kemarin.

Ia menambahkan, sebelumnya sudah melakukan rapat koordinasi melibatkan Bupati Jombang, Polres, Dandim Dinas Kesehatan, Direktur RSUD. Selain membahas terkait penanganan pandemi secara keseluruhan, juga berkaitan dampak PPKM darurat. ”Apalagi nanti misal diperpanjang itu dampaknya seperti apa, butuh pembahasan bersama,” imbuhnya.

Baca juga: Hartono: Rajin Minum Wedang Rempah-Rempah untuk Imun Tubuh

Beberapa yang menjadi poin pembahasan di antaranya berkaitan PPKM darurat, khususnya berkaitan penyekatan. ”Penyekatan kita minta konsisten. Kalau itu memang ada perintah dari pusat, kita minta konsisten. Jangan terlalu sering banyak perubahan sehingga warga juga bingung. Tapi semangatnya saya sepakat untuk mengurangi mobilitas,” bebernya.

Kedua terkait bansos (bantuan sosial). Kalangan dewan mendorong agar penyalurannya bisa dipercepat. Sebab sudah sangat ditunggu masyarakat. ”Seharusnya bersamaan PPKM darurat sudah harus tersalurkan mestinya, sudah harus bisa dihitung, PKL, warga terdampak lainnya itu sangat butuh, termasuk mereka yang tinggal di wilayah paling terdampak penyekatan,” bebernya.

Menurutnya, entah itu bantuam kepada pelaku UMKM atau BLT DD dan bansos lainnya, agar segera dipercepat. ”Kemarin disampaikan kemungkinan awal Agustus, namun kita berharap sebelum akhir Juli sudha bisa cair. Berapapun itu yang penting segera cair,” bebernya.

Selain itu, alnjut Donny juga dibahas terkait vaksinasi. Dari pemaparan yang disampaikan dinkes, sudah ada sekitar 822 capaian vaksinasi. ”Kalau angka itu seluruhnya sudah, penduduk kita skeitar 1,3 juta, harusnya kalau angka segitu sudah hampir tercapai herd immunity, ini kok lonjakan kasus masih tinggi bahkan dari catatan kami sejak awal Juli jumlah warga meninggal mencapai 200 lebih, ini harus dievaluasi,” bebernya.

Selain itu, dalam pertemuan itu juga membahas terkait kondisi kesiapan rumah sakit. ”Infonya kekurangan tenaga. Padahal sejak tahun kemarin sudah kita dorong untuk tembah nakes. Ini kebutuhannya sangat mendesak, jangan berlama-lama. Saya pikir banyak yang bisa direkrut, tinggal insentifnya jelas. kita juga prihatin sampai kemarin jenazah sampai antre begitu,” bebernya.

Selain itu, dalam pertemuan juga membahas terakit penanganan isolasi mandiri. Tercatat ada ratusan warga menjalani isolasi mandiri, bahkan tidak jarang ditemukan kasus sampai meninggal. ”Isolasi mandiri sepakat dijadikan satu misal di kecamatan. Sehingga pengawasa, pemantauan lebih maksimal, mengurangi risiko kematian dan penularan juga,” tegasnya. Dirinya pun mendorong peran puskesmas lebih dimaksimakan. ”Terkait isoman, saya lihat peran puskesmas juga agak kurang maksimal,” bebernya.

Tak kalah penting, dalam pembahasan itu juga berkaitan penyerapan anggaran penanganan Covid-19 di desa. Pasalnya, masih banyak pemerintah desa ragu menyerap anggaran, karena juknisnya belum jelas. ”Ini juga sudah kita minta kepada bupati agar segera memerintahkan DPMD menindaklanjuti, biar penyerapannya maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, per kemarin (21/7) lonjakan kasus baru meningkat tajam. Tercatat ada penambahan 159 kasus baru, 72 kasus sembuh dan 27 kasus meninggal. Secara kumulatif persebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang sudah tembus di angka 7.664 kasus, sebanyak 5.322 dinyatakan sembuh dan 912 warga dinyatakan meninggal. Sementara itu, tercatat 517 warga pasien dirawat di rumah sakit, serta 913 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri.  Selain itu, seiring peningkatan kasusnya yang tinggi, wailayah Kabupaten Jombang ditetapkan zona merah alias Kabupaten dengan tingkat risiko penularan Covid-19 tinggi.

(jo/yan/naz/JPR)

 TOP