alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
Cerita Perjuangan Para Penyintas Covid-19

Hartono: Rajin Minum Wedang Rempah-Rempah untuk Imun Tubuh

22 Juli 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Hartono Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang

Hartono Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang

Share this      

Menjadi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang bukanlah tugas yang ringan bagi Hartono, terlebih di saat pandemi. Benar saja, Desember tahun lalu, Hartono pun dinyatakan positif terpapar Covid-19. Berkat perjuangannya, saat ini dia sudah berhasil sembuh.

AINUL HAFIDZ, Jombang

”Sampai sekarang saya masih sering mengoleskan minyak kayu putih dihidung, sebagai penanda. Sebab waktu itu saya sempat tidak bisa membau. Juga masih rutin konsumsi jamu rempah-rempah  untuk imunintas tubuh,” buka Hartono saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (21/7) kemarin.

Baca juga: Didesak PKL, Disdagrin Jombang Janji Percepat Penyaluran Bansos

Lebih lanjut, Hartono menceritakan pengalamannya berjuang untuk dari Covid-19. Tepatnya akhir Desember 2020, hasil uji swab menyatakan dirinya terkonfirmasi  terjangkit virus Korona. Mau tidak mau, Hartono pun harus menjalani isolasi mandiri (isoman). ”Saya isolasi selama 12 hari. Kalau saya ini kena dari siapa, tidak tahu. Ceritanya waktu itu istri sakit lebih dahulu, kemudian kita sama-sama swab ke RSUD Ploso,” kata Hartono

Dijelaskan, kala itu sore hari menerima hasil swab istrinya Harnanik terkonfirmasi positif Covid-19. Tak berselang lama, malam harinya hasil swab miliknya juga keluar. ”Saya juga positif, padahal saat itu saya sehat. Tidak ada gejala, baik batuk ataupun flu,” imbuh dia.

Meski demikian, Hartono bersama istrinya tetap mengikuti anjuran dokter untuk isoman. ”Setelah itu saya kehilangan indra penciuman, jadi tidak bisa merasakan bau. Kemudian indra perasa juga mati. Misal ada makanan gurih itu tidak terasa gurihnya,” sambung salah satu warga Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang ini.

Karena itu, dia setiap hari mengoles minyak kayu putih pada kulitnya. Lalu menghirup aromanya. ”Itu saya lakukan setiap hari biar bisa normal lagi,” ujar dia.

Selama menjalani isoman kata dia, juga tetap menjalankan saran dari tenaga medis. Mulai dari berjemur pagi hari, hingga mengonsumsi berbagai multivitamin. ”Makan juga lebih teratur biarpun rasanya waktu itu agak aneh. Kemudian dikasih saran teman-teman konsumsi bawang putih,” tutur lelaki berusia 52 tahun ini.

Tidak hanya bawang, menurut Hartono saran dari rekan kerja lainnya di Pemkab Jombang juga diikuti. Yakni meminum jamu rempah. ”Jadi selain obat antibiotik sama vitamin C dan vitamin D, juga konsumsi ramuan rempah,” kata Hartono lagi.

Perjuangan dia bisa kembali pulih membuahkan hasil. Selama 12 hari dia menjalani isoman dan kembali beraktivitas normal. ”Jadi tidak sampai 14 hari itu sudah negatif,” ungkap dia.

Meski begitu, dia sampai sekarang tetap mematuhi prokes ketat. Tak hanya itu, karena pernah mengalami anosmia, saat ini dia tak bisa lepas dari minyak kayu putih. ”Sampai sekarang pakai bau-bauan minyak kayu putih. Jadi sebagai antisipasi, kalau tidak terasa bisa-bisa kena lagi,” ujar Hartono.

Begitupula dengan seduhan bahan rempah-rempah menurut Hartono, hingga kini masih rajin memium. ”Waktu isoman dulu tidak saya rebus. Jadi ada kunir, serai, temulawak, jahe dan kapulaga itu saya geprek. Kemudian dikasih air hangat lalu diminum. Sekarang saya bikin seperti jamu, jadi saya rebus dahulu setengah jam, lalu didinginkan dan disaring. Baru kemudian diminum,” terang bapak dua anak ini.

Diakui, seduhan bahan rempah-rempah itu sangat membantunya meningkatkan imun tubuh. ”Jadi bukan untuk mengobati, menambah imunitas. Makanya sampai sekarang masih pakai itu,” kata Hartono.

(jo/fid/naz/JPR)

 TOP