alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pedagang Kaki Lima di Jombang Pertanyakan Penyaluran Bansos

22 Juli 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

TERDAMPAK PPKM: PKL mengeluhkan omzet menurun sejak PPKM darurat.

TERDAMPAK PPKM: PKL mengeluhkan omzet menurun sejak PPKM darurat.

Share this      

JOMBANG – Diperpanjangnya PPKM Darurat membuat pedagang kaki lima (PKL) gusar. Hingga kini belum ada kejelasan terkait bantuan yang diberikan pemkab ke pedagang.

Salah satunya diungkapkan Agus Koko, sampai saat ini dia belum mengetahui kapan bantuan dicairkan. ”Dari dinas perdagangan sampai sekarang belum cair. Padahal tahun lalu sudah pernah didata,” kata Agus kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (21/7) kemarin.

Dijelaskan, sampai saat ini dia bersama pedagang lainnya menunggu kelanjutan pendataan itu. ”Data sudah masuk dan waktu itu ada materai Rp 10.000 juga,” imbuh dia.

Baca juga: Tak Terawat, Tak Ada Air Tandon Cuci Tangan di Jombang

Karena itu dia bersama rekan-rekannya berharap, usai diperpanjangnya PPKM darurat juga diikuti dengan langkah pemkab ke PKL. ”Mewakili teman-teman PKL harapannya segera dicairkan, terutama dari dinas perdagangan. Kalau dulu awal Covid-19 itu kita masih punya celengan, waktu PPKM ini sudah tidak bisa lagi,” sambung Agus.

Dikatakan, penerapan PPKM darurat juga diikuti para pedagang. Selama pemberlakuan itu pedagang mengikuti aturan pemerintah. ”Jadi sudah kita jalani menaati aturan pemerintah. Mau nggak mau pukul 20.00 tutup, kita ya tutup,” ujar dia lagi.

Diapun tak mempersalakan PPKM darurat kembali diperpanjang. ”Monggo diterapkan, tapi ya tadi, PKL juga diperhatikan. Kita diminta tutup ya sudah tutup, matuhi prokes ya sudah,” kata Agus lagi.

Menurutnya, semua peraturan sudah dilakukan. Tinggal timbal balik dari pemkab yang belum. ”Bahasanya kalau memang kita ini tidak boleh jualan ya silakan. Tetapi, ya begitu, kebutuhan PKL ya dipenuhi,” tutur dia.

Diakui, selama PPKM darurat banyak pedagang kelimpungan. ”Dari segi pendapatan ya mohon maaf tidak karuan. Untuk menopang kehidupan sehari-hari tidak bisa, istilahnya saut-sautan,” terang Agus.

Sebelumnya sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mendatangi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Kamis (15/7). Mereka mempertanyakan bantuan sosial (bansos) yang tak kunjung cair.

Salah satu PKL Setiawan mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menuntut janji pemerintah yang akan memberikan bantuan sosial. Selain itu juga mempertanyakan kebijakan PPKM darurat. ”Bantuan sampai sekarang belum dapat. Padahal sudah lama didata,” katanya.

Dirinya berharap kepada pemerintah agar memberikan perhatian kepada para PKL, terlebih pada pelaksanaan PPKM darurat ini. ”Ya kami meminta pemerintah bisa memikirkan PKL, jangan hanya membuat kebijakan,” terang dia.

(jo/fid/naz/JPR)

 TOP