alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Ruth Nilam Apsari, Guru di Jombang Pantau Siswa dengan Buku Penghubung

22 Juli 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

SERIUS: Nilam sedang mempersiapkan bahan ajar di rumahnya di Desa Sambong Dukuh Kecamatan Jombang, kemarin (21/7)

SERIUS: Nilam sedang mempersiapkan bahan ajar di rumahnya di Desa Sambong Dukuh Kecamatan Jombang, kemarin (21/7)

Share this      

JOMBANG – Banyak cara untuk memantau kegiatan siswa selama menjalani pembelajaran jarak jauh. Salah satunya seperti dilakukan Ruth Nilam Apsari, pembimbing mulok keagamaan SMPN 1 Tembelang. Dia bekerjasama dengan orang tua melalui buku penghubung.

’’Buku penghubung itu untuk memantau kegiatan di rumah siswa,’’ katanya, kemarin. Guna mengetahui sejauhmana siswa melaksanakan praktik agama. Misalnya, apakah selama di rumah siswa melaksanakan salat wajib?

’’Siswa melaksanakan salat atau tidak, harus ada paraf orang tua dan paraf pembimbing,’’ ungkapnya.

Baca juga: Susu Segar Sapi Perah Wonosalam Hasilkan Ratusan Liter, Pesan Cukup WA

Menurutnya, mulok keagamaan materinya cenderung monoton. Seperti salat, salat fardu dan salat sunah. Syarat dan rukunnya sama.

’’Yang berbeda hanya niatnya saja,’’ ucapnya. Agar tak bosan, Nilam mengurangi jumlah tugas yang diberikan pada siswa.

’’Tidak setiap pertemuan ada tugas,’’ terangnya. Ia buat selang-seling. Sekali pertemuan materi. Pertemuan selanjutnya baru tugas.

Untuk penyampaian materi, ia juga berusaha agar siswanya tak bosan. Yaitu dengan selalu mengubah metode penyampaian materi. Jika hari ini menggunakan power point, pertemuan berikutnya menggunakan video.

’’Kalau terus-terusan membaca melalui power point pasti anak-anak bosan, jadi saya selingi,’’ bebernya.

Pada setiap pertemuan, dia sudah punya pakem. Tiga puluh menit pertama, berdoa bersama dan membaca surah Yasin dan asmaul husna. Itu dilakukan setiap pertemuan karena akan diujikan.

Siswa harus hafal Yasin dan asmaul husna. ’’Tapi tidak saya minta menghafal. Melainkan mendengar dan melafalkan setiap pertemuan, nanti lama-lama pasti hafal,’’ urainya.

Pembacaan doanya dipandu salah satu siswa secara bergilir, sehingga semua dapat kesempatan.

Bagian paling penting dari muatan lokal keagamaan adalah pada pembiasaan di kehidupan sehari-hari. Diantaranya salat lima. Pembiasaan kedisiplinan itu dipantau melalui buku penghubung antara guru dan wali murid.

’’Butuh pantauan langsung dari orang tua, karena kita tidak mungkin mengawasi satu per satu siswa 24 jam,’’ tegasnya.

Sewaktu-waktu, buku penghubung tersebut akan dia minta tanpa pemberitahuan. Agar dia bisa memantau kejujuran siswa dalam pengisian buku penghubung. Selama ini, hal itu berjalan efektif.

’’Selama pembelajaran dari rumah, fokus kita agar siswa paham dengan materi dan bersedia mengerjakan tugas,’’ tegas pembimbing asal perumahan Sambong Indah, Desa Sambong Dukuh Kecamatan/Kabupaten Jombang ini.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP