alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Iptu Nunung Damayanti Artisa Kapolsek Kesamben: Tegas tapi Keibuan

21 Juli 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Iptu Nunung Damayanti Artisa Kapolsek Kesamben:

Iptu Nunung Damayanti Artisa Kapolsek Kesamben:

Share this      

DI balik penampilannya yang gagah dan tegas, Iptu Nunung Damayanti Artisa memiliki jiwa keibuan tinggi. Sebelum melaksanakan tugas sebagai abdi negara, ia tetap menjalani peran istri dan ibu. Segala keperluan rumah ia siapkan sendiri.

”Sebelum berangkat dinas, saya pastikan semua kebutuhan orang yang ada di rumah tercukupi. Utamanya sarapan,” ucap wanita yang menjabat Kapolsek Kesamben ini. Aktivitasnya setelah salat subuh diawali dengan memasak. Berbagai menu ia sajikan untuk keluarga. Menu wajibnya ialah sayur dengan lauk beragam. ”Biasanya gandengan sayur ya ikan,” ungkapnya.

Jiwa keibuannya mendarah daging ketika di rumah, meski sikap disiplin tinggi juga ia berikan kepada anak-anaknya. Nunung merupakan polwan pertama yang ada di Jombang. Ia bertugas di Jombang sejak 1987 silam. Tiga tahun kemudian, ia menikah dengan Kompol Purn Sumiyanto. Dari pernikahannya, ia dikaruniai dua anak,  Alvin Anistya dan Thalita Inez Trixianti.

Baca juga: Menko Airlangga: Hartarto Bentuk Solidaritas dari Negara Sahabat

Meski menjadi abdi negara yang sibuk, ia tak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang ibu. Selama bertugas, ia harus totalitas dan profesional. Namun ketika di rumah, ia tanggalkan semua pangkat untuk menjadi seorang istri dan  ibu sepenuhnya.

Karakternya yang tegas tak semua dibawa ke rumah. Bahkan kepada kedua putrinya, ia tak pernah menekan, utamanya dalam memilih jalan hidup atau pendidikan. Kedua anaknya tidak ada yang mengikuti jejak ia maupun suaminya sebagai polisi. “Pernah saya tanya, tapi  tidak mau, ya sudah, saya tidak pernah memaksakan jalan hidup mereka, hanya sekadar mengarahkan,” kenangnya.

Untuk urusan dapur, jangan ditanya. Nunung sangat mengutamakan urusan rumah tangga sebelum berdinas. Hal ini dibuktikan dengan memasak setiap hari. Sarapan merupakan hal wajib yang harus dilakukan untuk keluarganya. ”Kalau sarapan harus sudah siap sebelum berangkat. Tapi saya sendiri terbiasa makan siang hari,” ungkap dia.

Selama pandemi ini tugasnya semakin sibuk. Apalagi jabatan yang diemban, membuat waktunya lebih banyak di kantor dan di lapangan. Karena itu ia terbiasa menyiapkan bahan masakan setelah pulang dinas. Kadang sore, kadang malam. Paginya, semua sudah siap diolah.

Nunung mengaku bersyukur karena suami tercinta memiliki latar belakang yang sama, sehingga tidak ada tuntutan lebih. Karena sebagai anggota polri, pengabdian kepada masyarakat adalah yang paling penting. ”Risikonya jarang ada waktu libur, apalagi pandemi, tugas yang satu belum selesai ada lagi tugas baru, dan kita harus siap,” kata wanita asli Madiun ini. (wen/bin)

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP