alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Ngadimin, Guru Senior Dekati Wali Murid untuk Sukseskan Belajar Daring

21 Juli 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

SERIUS: Ngadimin menggunakan headphone dan perangkat rekaman untuk menyampaikan materi kepada siswa melalui pesan suara.

SERIUS: Ngadimin menggunakan headphone dan perangkat rekaman untuk menyampaikan materi kepada siswa melalui pesan suara.

Share this      

JOMBANG – Memasuki tahun kedua pembelajaran dari rumah membuat guru berfikir kreatif dan inovatif. Agar target pembelajaran tercapai. Seperti yang dilakukan Ngadimin, salah satu guru senior di SDN Jelakombo 1. Ia mendekati emak-emak wali kelas dengan cara ”ngerumpi” agar proses belajar siswa mulus.

’’Sejak pandemi, banyak sekali diklat mengenai cara belajar kepada siswa yang baik. Tapi saya rasa itu masih kurang efektif,’’ ungkapnya.

Belajar jarak jauh membutuhkan kerjasama yang baik anatara guru, orang tua dan siswa. Dibandingkan dengan siswa, Ngadimin mengaku lebih dekat dengan wali muridnya. Khususnya kelas empat, karena ia bertugas menjadi guru kelas disitu.

Baca juga: Masjid Agung Jombang Tak Gelar Salat Id dan Penyembelihan

Ia membuat dua grup untuk melancarkan proses pembelajaran. Satu grup khusus siswa dan satu grup wali murid. Melalui grup itu, Ngadimin nimbrung. Grup yang mayoritas anggotanya ibu-ibu itu membahas banyak hal.

’’Apa saja yang mereka bicarakan saya ikut nimbrung, agar akrab sama mereka,’’ terangnya.

Setelah akrab, minimal mereka sungkan kalau anak-anaknya tidak mengerjakan tugas.

Cara yang dia gunakan ternyata berhasil. ’’Dengan mendekati orang tua, target belajarnya tercapai,’’ terangnya.

Siswa aktif, menyimak materi dan mengirimkan tugasnya. Tapi tidak semua siswa memiliki gadget, ada yang satu rumah dengan satu HP. Jika kendalanya seperti itu, Ngadimin memberikan toleransi waktu.

’’Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran daring. Karena itu yang saya dekati justru orang tuanya. Sasaran utamanya tentu kepada anak-anak,’’ ungkapnya.

Materi yang dia berikan kepada siswa tak jauh berbeda dengan guru yang lain. Namun, ia lebih banyak menyampaikan materi melalui whatsapp, dengan menggunakan pesan suara atau rekaman.

’’Kalau berupa video nanti boros data. Kalau aplikasi yang macam-macam, takutnya nanti tidak semua orang tua mengerti. Saya pilih yang mudah, praktis dan hemat,’’ bebernya.

Kadang ia menyampaikan melalui website. Ia berikan materi dengan gambar-gambar yang unik atau video yang menarik. ’’Sekali waktu pakai video agar anak-anak tidak bosan,’’ jelasnya.

Untuk materi video, kadang ia menggunakan animasi dengan dubbing suaranya sendiri, kadang mengambil video dari youtube.

’’Yang kita hadapi adalah orang banyak, dengan kapasitas pemikiran dan materi yang berbeda-beda. Saya lebih memilih yang mudah dan yang murah tanpa mengurangi isi materi,’’ paparnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP