alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Menko Airlangga Hartarto Ajak Ulama Sukseskan Prokes saat Idul Adha

20 Juli 2021, 07: 05: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Share this      

JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak ulama, habaib, dan kiai untuk menyosialisasikan disiplin protokol kesehatan (prokes) saat Idul Adha. Salah satu cara efektif menekan laju penularan Covid-19 dengan mengurangi mobilitas warga.

"Saya mohon dukungan dan bantuan dari para habaib, kiai dan ulama, selain terus menerus mendoakan agar Covid-19 dapat berakhir, juga mengajak para jamaahnya untuk mematuhi protokol kesehatan, di antaranya selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak,” tutur Airlangga saat kegiatan istighotsah dan salawat nariyah menjelang wukuf Arafah' majelis dzikir dan shalawat ahlul hidayah (AH) bersama para habaib dan ulama khas se-Indonesia di Jakarta, Minggu (18/7).

Airlangga menambahkan, salah satu kunci keberhasilan menekan penyebaran Covid-19 dengan menekan tingkat mobilitas dan disiplin prokes. ”Sejalan itu, pemerintah saat ini sudah menerapkan kebijakan PPKM darurat,” tegas Airlangga Hartarto.

Baca juga: Kasus Covid-19 meningkat, Eko Febrianto Kurangi Kontak Fisik

Ketua Umum Partai Golkar menambahkan, kebijakan PPKM darurat dilakukan semata-mata sebagai upaya untuk mengendalikan penularan Covid-19 yang masih belum mereda.  ”Pemerintah terus melakukan evaluasi atas pengendalian penularan Covid-19 dari segi positivity rate, tingkat okupansi rumah sakit, tingkat kesembuhan (recovery) dan juga kematian akibat kasus Covid-19,” tegasnya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengaku masih banyak masyarakat yang mengabaikan prokes. Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 memperkirakan masih ada di antara masyarakat yang tidak memercayai keberadaan virus Covid-19. Padahal, menurut Airlangga, pandemi yang melanda sebagian besar negara di dunia juga mengakibatkan Indonesia tidak dapat memberangkatkan jamaah haji kita ke tanah suci.

Bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi seluruh negara-negara berpenduduk muslim di dunia sebagaimana kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi hanya menyelenggarakan haji terbatas hanya pada warga domestik dan WNA yang tinggal di Arab Saudi. ”Alhamdulillah, ada 327 WNI yang bermukim di Arab Saudi mendapatkan kesempatan menjalankan ibadah haji tahun ini,” ujarnya.

Airlangga menambahkan, peran ulama, habaib, maupun kiai sangat dibutuhkan untuk mengingatkan masyarakat pentingnya disiplin prokes. Terlebih, bertepatan Hari Raya Idul Adha. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan penyelenggaraan ibadah di daerah zona merah. Artinya, masyarakat yang ingin merayakan Idul Adha bisa dilakukan di rumah masing-masing

Airlangga mengatakan, kegiatan penyembelihan hewan kurban di wilayah zona merah diimbau dilakukan di rumah pemotongan hewan. ”Namun, jika memang RPH telah penuh dan jumlahnya terbatas, sebaiknya pemotongan hewan dilaksanakan di tempat terbuka dan menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah yang banyak,” tegasnya.

Ia juga meminta kiai dan ulama untuk mengingatkan masyarakat agar pembagian daging dari hewan kurban dilakukan dengan diantar ke masing-masing rumah mustahik. Pemerintah mengingatkan pembagian hewan kurban tidak memunculkan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19. ”Menghindari mudarat dalam ajaran Islam juga lebih diutamakan dibandingkan mengambil manfaat,” tandas Menko Airlangga.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP