alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Toriqoh 159: Bersyukur dengan Kurban

20 Juli 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan

Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan

Share this      

Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, mengingatkan pentingnya melaksanakan ibadah kurban. Sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

’’Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah,’’ tuturnya mengutip QS Al Kautsar 1-2.

Orang yang bersyukur nikmatnya akan ditambah oleh Allah SWT. Sebaliknya, orang yang kufur nikmat akan diazab. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ibrahim 7.

Baca juga: Evaluasi Muatan Lokal SD di Jombang Macet

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Nabi Ibrahim adalah contoh hamba Allah subhanahu wa taala yang sangat bersyukur. Punya seribu kambing dipakai kurban. Punya 300 sapi dipakai kurban. Punya 100 unta dipakai kurban. Punya 12 ribu hewan ternak juga dipakai kurban.

Bahkan ketika Allah perintah untuk menyembelih putra tunggalnya yang sedang lucu-lucunya yakni Ismail, Nabi Ibrahim tetap taat. Sebagaimana dikisahkan dalam QS Assaffat 102. Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.

Nabi Ibrahim taat kepada Allah karena dua hal. Pertama, karena melihat yang memerintah adalah Allah SWT. Fokus Nabi Ibrahim adalah Allah SWT. Ketika Allah sudah perintah, maka Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tidak pakai mikir-mikir lagi. Ini beda dengan iblis. Ketika diperintah sujud pada Adam, iblis menolak. Iblis merasa lebih mulia dibanding Adam. Iblis dicipta dari api. Sedang Adam dicipta dari tanah. Iblis menolak karena fokusnya adalah dirinya. Bukan Allah yang memerintahnya.

Inilah sebabnya warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu. Agar zikir Allah masuk kedalam hati. Sehingga gerak hati, ucapan lisan dan sikap perilaku semuanya mencerminkan Allah. Menomorkan satukan Allah.

Ketika diperintah kurban, dan mampu berkurban, maka sudah dilaksanakan. Tidak usah berpikir panjang-panjang.

Kedua, Nabi Ibrahim taat total kepada Allah karena taslim, pasrah kepada Allah. Sebagaimana disebut dalam QS Assaffat 103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya.

Nabi Ibrahim yang selalu menomorsatukan Allah dibalas oleh Allah dengan anugerah yang sangat besar. Sebagaimana ditegaskan dalam QS As-Saffat 112.  Dan Kami beri Ibrahim kabar gembira dengan kelahiran Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. Para nabi setelah Nabi Ibrahim, semuanya keturunan Nabi Ibrahim. Dari garis Nabi Ishak diantaranya lahir Nabi Musa dan Nabi Isa. Dari garis Nabi Ismail diantaranya Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam.

Sebaliknya, contoh orang kufur nikmat yakni Qorun. Dia sangat kaya. Kemana-mana pamer kekayaan. Namun tidak pernah mau mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Tidak mau zakat. Tidak mau infak. Tidak mau sedekah. Allah lantas mengazabnya. Sebagaimana diabadikan dalam QS Al-Qasas 81.  Maka Kami benamkan Qorun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya.

Harta kekayaan Qorun sama sekali tak bisa menyelamatkan dari azab Allah. Di masa pandemi ini, masih banyak nikmat Allah yang bisa kita syukuri. Seperti nikmat iman,  nikmat Islam,  nikmat hidup, nikmat sehat,  nikmat harta dan nikmat keluarga. Maka mari kita sisihkan sebagian harta kita untuk berkurban. Agar Allah subhanahu wa taala menambah nikmat yang ada pada kita.

Jangan sampai kita kufur nikmat seperti Qorun. Sehingga Allah mengambil semua nikmat yang dititipkan pada kita. Seluruhnya, tanpa tersisa sama sekali.

Sesungguhnya Allah maha kuasa membenamkan Qorun. Dan Allah maha kuasa membenamkan siapa pun yang dikehendaki.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP