alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Kasus Covid-19 meningkat, Eko Febrianto Kurangi Kontak Fisik

20 Juli 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KERAS: Eko Febrianto saat menjalani latihan fisik di padepokan pencak silat Jawa Timur di Pasuruan

KERAS: Eko Febrianto saat menjalani latihan fisik di padepokan pencak silat Jawa Timur di Pasuruan

Share this      

JOMBANG – Melonjaknya kasus Covid-19 membawa dampak bagi atlet yang kini menjalani Puslatda persiapan PON. Seperti dialami Eko Febrianto, pesilat Jombang yang tergabung dalam Puslatda Jatim.

’’Karena Covid-19 meningkat, latihan fokus pada kemampuan fisik individu agar tak banyak kontak dengan orang lain,’’ katanya, kemarin.

Sebelum pandemi, bapak satu anak ini rajin ikut try in atau tryout di luar kota. Selama pandemi, kegiatan tryout diminimalkan. Kegiatan pertandingan dibatasi hanya melawan sesama teman di padepokan.

Baca juga: Rahmat Agung: Fraksi Partai Golkar Minta PPKM Darurat Dievaluasi

Saat ini, pertandingan melawan teman sendiri juga dikurangi. Guna menghindari kontak fisik terlalu sering antar sesama atlet maupun atlet dengan pelatih.

’’Jadi latihannya fokus pada perkembangan teknik dan fisik individu,” ungkapnya.

Pengurangan aktifitas latihan atlet tersebut sesuai dengan arahan KONI Jatim. Yaitu pembatasan sosial berskala kecil untuk atlet, pelatih, mekanik dan semua yang bertugas. Baik di asrama KONI Jatim, asrama Unesa, maupun asrama cabang olahraga di luar Surabaya.

’’Atlet juga tidak boleh meninggalkan asrama selama PPKM darurat,’’ terangnya.

Suplemen atlet juga diberi tambahan. Agar daya tubuh lebih kuat. ’’Selama PPKM ini yang penting mendahulukan keselamatan dan kesehatan atlet. Sedangkan program latihan disesuaikan. Semua serba dibatasi,’’ paparnya.

Pria kelahiran Jombang 06 Februari 1993 ini termasuk pesilat andalan Jatim. Suami Fia Risqy Putri dan ayah dari M Fatih Rafisqy Alfianto ini sudah berlatih silat sejak usia 14 tahun. ’’Sejak usia 14 tahun, kelas 3 SMP Muhammadiyah 1 Jombang,’’ bebernya.

Mulanya, dia berlatih silat hanya sekedar ikut-ikutan. Tapi kemudian suka dan ditekuni. ’’Motivasi utamanya ingin sukses dan membanggakan orang tua dan negara,’’ beber CPNS Kemenpora ini.

Selama menekuni silat, alumni SMAN 3 Jombang ini sudah banyak menorehkan prestasi. Diantaranya, medali emas PON Jabar 2016. Perunggu World Championship Pencak Silat 2016 di Bali.

Alumnus STKIP PGRI Jombang ini juga meraih perunggu SEA Games 2017 Malaysia. Perak Belgium Open 2017 Belgia. Perunggu Belgium Open 2018 Belgia. Emas Invitation Tournament Asian Games 2018 Jakarta.

Pria yang sehari-hari tinggal di Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo, Sengon, Jombang ini juga tampil dalam Asian Games 2018 di Palembang.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP