alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kekurangan Nakes, RS di Jombang Kewalahan Tangani Pasien Covid - 19

19 Juli 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

PEJUANG GARDA DEPAN: Sejumlah nakes di RSUD Jombang saat melayani pasein datang di IGD.

PEJUANG GARDA DEPAN: Sejumlah nakes di RSUD Jombang saat melayani pasein datang di IGD.

Share this      

JOMBANG – Sementara itu, upaya penqambahan ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Jombang hingga kemarin (18/7) belum berjalan. Salah satunya terkendala tenaga.

”Tambahan ruang isolasi sampai sekarang belum bisa kita fungsikan. Sebenarnya fasilitas semua sudah siap, cuma kendalanya di tenaga,” beber Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran.

Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tapi sampai sekarang juga kesulitan merekrut. ”Kemarin sudah ada daftar sekitar 25 orang, sementara kebutuhan kita 60 orang. Karena beberapa teman-teman juga terpapar, akhirnya relawan kita tarik ke pelayanan RSUD menggantikan nakes yang terpapar,” bebernya

Baca juga: Di Kabupaten Jombang, Pasien Isolasi Mandiri Tembus 701 Orang

Bahkan, banyaknya nakes di RSUD yang terpapar Covid-19 menjadikan pihaknya harus memutar otak untuk memaksimalkan tenaga yang ada. ”Jadi beberapa pelayanan di rumah sakit tenaganya harus kita lakukan penataan dari divisi lain,” imbuhnya.

Kemudian, lanjutnya, pada Sabtu (17/7) kemarin, ada lagi 25 tenaga kesehatan yang melamar ke RSUD Jombang. Rencana awal, mereka akan ditempatkan di gedung isolasi Dinkes. Namun lagi-lagi jumlah tenaga kesehatan yang terpapar bertambah. ”Sehingga kita tata mereka untuk bertugas di rumah sakit umum dahulu. Apalagi, kebutuhan di gedung Dinkes kan butuh 60 perawat, dan baru ada 25 pelamar,’’ jelas dia.

Pihaknya mengaku belum menyiapkan skenario terburuk semisal angka Covid-19 terus melonjak dan jumlah pasien yang dirawat terus bertambah. Justru, di saat ini ia berharap tak hanya rumah sakit yang menyiapkan penanganan pasien Covid-19, namun semua pihak yang berada di hulu ikut mengevaluasi pola kerja yang dilakukan. Misalnya, pada bidang pencegahan serta pada bidang pemantauan pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

”Tentu kurang bijak jika hanya kami yang menangani semuanya. Maka yang lebih bijak adalah menata semuanya, mulai pencegahan serta pemantauan masyarakat yang isoman harus ada penanganan yang maksimal,” tandasnya.

Dengan pemantauan pasien isoman yang maksimal, ia optimistis jika jumlah pasien dengan gejala berat yang datang ke rumah sakit dapat diminimalisir. Pasalnya, pasien dengan gejala  berat diyakini adalah pasien isoman yang pemantauannya kurang maksimal. ”Masyarakat juga demikian, tetap patuhi prokes dan kurangi kegiatan di luar rumah yang tidak perlu, jika ingin pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Nasrullah Ketua PPNI Jombang membenarkan kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD Jombang untuk menjadi relawan perawat pendamping belum tercukupi. ”Pelamar belum banyak. Ternyata cari perawat bukan di Jombang saja yang kesulitan, di Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk, Jakarta juga sulit,’’ ujar dia.

(jo/ang/naz/JPR)

 TOP