alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Komisi D DPRD Jombang Sidak Vaksinasi Santri, Sebut Nakes Kurang

18 Juli 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Komisi D DPRD Jombang Sidak Vaksinasi Santri, Sebut Nakes Kurang

Share this      

JOMBANG – Program vaksinasi Covid-19 di Jombang mendapat atensi dari kalangan legislatif. Di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang misalnya, vaksinasi santri ternyata masih terkendala tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas kurang.

"Ini tadi 2.000 sasaran vaksinasi di pondok. Alhamdulillah berjalan lancar dan sesuai prokes," kata Ketua Komisi D DPRD Jombang Erna Kuswati, kemarin. Meski berjalan sesuai prokes, namun pelaksanaan vaksinasi pesantren ini menemui sejumlah kendala.

Baca juga: Miftahul Ulum Kepala DPUPR Jombang Rutin Terapi Uap, Perbanyak Minum

Salah satunya, kekurangan tenaga administrasi. Pada vaksinasi kali ini, hanya ada dua tenaga administrasi. Selebihnya, yaitu tenaga perawat sejumlah 10 orang. Mereka gabungan dari tim Puskesmas Pulo 3 orang, RSNU 5 orang dan 2 orang dari tim screening Klinik Babussalam Kalibening Mojoagung.

"Banyak tenaga medis yang terpapar juga menjadi kendala tersendiri, dalam upaya percepatan vaksinasi ini," beber Erna serius. Untuk itulah mengalisa hasil temuannya, ia akan merumuskan rekomendasi agar menjadi evaluasi Pemkab Jombang.

Beberapa rekomendasi lainnya, berupa realisasi honor vaksinator hingga penggunaan anggaran APBD untuk penanganan Covid-19. Pihaknya meminta pemerintah daerah lebih memerhatikan dan memperlancar insentif nakes. Termasuk nakes yang bertugas sebagai vaksinator.

“Kalau memang per-vaksin Rp 5 ribu ya diturunkan sesuai. Juga Silpa tahun 2020 bisa difokuskan untuk memaksimalkan target vaksinasi kita," pungkas dia.  

Ia menambahkan, di Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar itu ada 2.000 santri yang divaksin sinovac.Untuk menghindari kerumunan, proses vaksinasi dibagi beberapa gelombang. Pihak ponpes dan petugas keamanan berjaga untuk menata antrean sesuai protokol kesehatan.

(jo/yan/naz/JPR)

 TOP