alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Polres Jombang Kantongi Hasil Otopsi Mayat Bayi di Sumobito

17 Juli 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG – Penyelidikan kasus pembuangan bayi di sungai wilayah Kecamatan Sumobito yang diduga dilakukan A, 14, ibu bayi terus didalami kepolisian. Polisi sudah mengantongi hasil otopsi jasad bayi. Status siswi SD ini masih sebagai saksi.

”Untuk otopsi jasad bayi sudah selesai. Tinggal menunggu hasil resminya. Sampai sekarang status ibu bayi masih saksi,” terang AKP Teguh Setiawan Kasatreskrim Polres Jombang.

Teguh menambahkan, sebelumnya pihaknya bekerja sama dengan RS Bhayangkara Kediri untuk proses otopsi mayat bayi berjenis laki-laki itu. Dan hasilnya sudah keluar. ”Jadi kemarin itu tim sudah mengambil jenazah bayi dari RS Bhayangkara Kediri. Selanjutnya jasad langsung dikembalikan ke keluarga, dan langsung dikuburkan malam itu juga,” imbuh Kasat Teguh.

Baca juga: PPKM Darurat, Kereta Api Lokal di Stasiun Jombang Tak Beroperasi

Kendati proses otopsi sudah rampung, hingga kemarin Teguh belum bisa membeber hasilnya. ”Resume sudah tapi hasil resminya belum ini, masih menunggu,” lanjutnya.

Nantinya dari hasil otopsi, akan diketahui penyebab kematian bayi. ”Apakah meninggalnya sebelum atau sesudah dilahirkan dan kekerasan apa yang ada pada bayi itu. Dari situ kita akan gelarkan ke arah penetapan tersangka,” imbuhnya.

Sambil menunggu resmi otopsi mayat bayi keluar, pihaknya juga harus melakukan tes DNA kepada keduanya. ”Ini nantinya sebagai tambahan barang bukti. Jadi kita mau pastikan bayi itu memang anak dia (pelaku,Red)” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun/Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat bayi di sungai, Sabtu (3/7). Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi tali pusar belum dilepas.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan sepasang kekasih. Masing-masing P, 14, siswi SD yang tak lain ibu bayi asal Kecamatan. Dan pacarnya berinisial M, 17, remaja asal Kecamatan Tembelang yang baru saja lulus SMA. ”Dalam proses lidik (penyelidikan, Red) kami mendapatkan beberapa petunjuk hingga mengerucut dua orang yang kami amankan dua hari setelah kejadian tanggal 5 Juli 2021 di rumahnya masing-masing. Mereka masih anak-anak,” kata Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, Selasa (13/7).

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti, polisi akhirnya menetapkan status M, 17 sebagai tersangka lantaran perbuatannya diduga menghamili A. ”Salah sudah kita naikkan statusnya menjadi tersangka. Sementara satu orang lainnya masih saksi,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, Minggu (11/7).

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP