alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pria Paruh Baya Yang Hamili Siswi SD di Jombang Ditetapkan Tersangka

16 Juli 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan

Share this      

JOMBANG – Penyidikan kasus dugaan pencabulan yang menimpa anak SD di Kecamatan Mojowarno menemukan titik terang. Dari hasil gelar perkara, polisi akhirnya menaikkan status MA, 55, menjadi tersangka.

”Terhadap pelaku sudah kita tingkatkan statusnya menjadi tersangka. Kita tahan,” tegas Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, kemarin.

Teguh menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk memeriksa pelaku. ”Ada beberapa saksi kita periksa,” imbuhnya.

Baca juga: Percepat Vaksinasi, Petugas di Jombang Blusukan ke Rumah-Rumah Warga

Selain itu, beberapa barang bukti juga diamankan. Di antaranya ada pakaian yang dikenakan korban dan pelaku. ”Barang bukti ada beberapa pakaian, dan juga hasil visum,” tegasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 UU RI tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak 2002 tentang Perlindungan Anak. ”Kita masih terus dalami pemeriksaan agar segera melengkapi berkas,” tandas Kasat Teguh.

Sebelumnya, MA, 55, warga asal Kecamatan Mojowarno diamakan jajaran Satreskrim Polres Jombang. Menyusul tindakannya diduga menghamili Melati, 12, (nama samaran).

”Sudah dilaporkan polisi. Setahu saya pelaku juga sudah diamankan sejak Selasa (13/7) kemarin,” terang A, salah satu tokoh masyarakat di lingkungan korban kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (14/7) kemarin.

Dia menambahkan, kasus ini bermula kecurigaan orang tua korban melihat ada perubahan pada Melati, 12. Bocah yang baru saja lulus dari bangku sekolah dasar diketahui sering terlihat murung dan pucat. ”Waktu itu korban mengeluh tidak enak badan,” bebernya.

Takut terjadi sesuatu dengan anaknya, orang tua korban segera memeriksakan Melati ke puskesmas. ”Saat periksa itulah petugas puskesmas awalnya menggoda korban apa nggak hamil tah,” ucap A, menirukan sang petugas puskesmas.

Namun ucapan yang bernada candaan itu membuat korban dan orang tuanya bingung dan segera pulang. Orang tua korban pun kemudian membelikannya dua buah test pack kehamilan untuk mengecek kebenarannya. ”Dan ternyata setelah dites itu benar korban ini sudah dalam kondisi hamil, usia kandungannya sudah hampir 2 bulan,” imbuh A.

Orang tua korban berusaha mengorek siapa orang yang tega menghamili anaknya. Setelah tenang, Melati akhirnya menceritakan perbuatan yang dilakukan MA kepadanya, hingga membuat dirinya mengandung. ”Kemudian orang tuanya melaporkan kepada polisi,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP