alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Diduga Hamili Anak SD, Pria Paruh Baya di Mojowarno Jombang Dibekuk

15 Juli 2021, 07: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG – Kasus kejahatan seksual terhadap anak di Kabupaten Jombang terus saja terjadi. Kali ini MA, 55, warga asal Kecamatan Mojowarno diamakan jajaran Satreskrim Polres Jombang lantaran diduga menghamili Melati, 12, (nama samaran).

”Sudah dilaporkan polisi. Setahu saya pelaku juga sudah diamankan sejak Selasa (13/7) kemarin,” terang A, salah satu tokoh masyarakat di lingkungan korban kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (14/7) kemarin.

Dia menambahkan, kasus ini bermula kecurigaan orang tua korban melihat ada perubahan pada Melati, 12. Bocah yang baru saja lulus dari bangku sekolah dasar diketahui sering terlihat murung dan pucat. ”Waktu itu korban mengeluh tidak enak badan,” bebernya.

Baca juga: Penyekatan PPKM Darurat di Jombang Picu Penumpukan Kendaraan

Takut terjadi sesuatu dengan anaknya, orang tua korban segera memeriksakan Melati ke puskesmas. ”Saat periksa itulah petugas puskesmas awalnya menggoda korban apa nggak hamil tah,” ucap A, menirukan sang petugas puskesmas.

Namun ucapan yang bernada candaan itu membuat korban dan orang tuanya bingung dan segera pulang. Orang tua korban pun kemudian membelikannya dua buah test pack kehamilan untuk mengecek kebenarannya. ”Dan ternyata setelah dites itu benar korban ini sudah dalam kondisi hamil, usia kandungannya sudah hampir 2 bulan,” imbuh A.

Orang tua korban berusaha mengorek siapa orang yang tega menghamili anaknya. Setelah tenang, Melati akhirnya menceritakan perbuatan yang dilakukan MA kepadanya, hingga membuat dirinya mengandung. ”Kemudian orang tuanya melaporkan kepada polisi,” pungkasnya.

Tak hanya itu, sebagai tindak lanjut, MA bahkan dihadirkan ke balai desa. Saat dicecar pertanyaan, MA pun disebutnya mengakui perbuatannya mencabuli korban. ”Mengakunya saat ditanyai di kantor desa ya sejak bulan puasa kemarin,” ucap A.

Saat itu, MA mengaku melihat Melati tengah bermain layangan tak jauh dari sebuah rumah kosong. Beberapa saat kemudian, saat kelelahan, anak yang baru saja lulus sekolah tingkat SD itu bermaksud beristirahat di sebuah rumah kosong tak jauh dari tempatnya bermain layang-layang. ”Nah saat sedang istirahat itulah diduga pelaku menarik korban ke dalam rumah dan kemudian membujuk dan memaksanya melayani nafsu bejatnya,” lanjutnya. Merasa perbuatannya aman, pelaku kemudian mengulangi perbuatannya. ”Kejadian berikutnya dilakukan di rumah pelaku sendiri,” kata A.

Dikonfirmasi terpisah, AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang membenarkan perihal penanganan kasus dugaan perkosaan kepada anak itu. ”Jadi benar memang ada laporan, saksi dan korban sudah kita mintai keterangan kemarin,” ucapnya.

Teguh juga membenarkan, jika terduga pelaku perkosaan itu kini juga telah diamankan di Mapolres Jombang. Kendati dimikian, pihaknya menyebut masih melakukan pemeriksaan hingga belum bisa menyampaikan detailnya. ”Untuk terduga pelaku ini tadi dibantu Polsek Mojowarno sudah didatangkan di Mapolres, masih kita periksa intensif,” pungkas Teguh.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP