alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Terkait Penemuan Mayat Bayi di Sumobito, Ayah Bayi Jadi Tersangka

14 Juli 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG - Usai mendengarkan keterangan dari P, 14, ibu kandung bayi, polisi bergerak cepat mengamankan M, 17. Remaja asal Kecamatan Tembelang merupakan ayah dari bayi malang yang dibuang P ke sungai, Sabtu (3/7) dini hari.

”Terhadap M sudah kita amankan. Dari pengakuan korban, M adalah pacarnya,” ungkap AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Kepada petugas, remaja yang baru saja lulus bangku sekolah tingkat SMA ini mengakui punya hubungan dekat dengan P. Perkenalan keduanya juga baru berjalan sekitar beberapa bulan. ”Tepatnya bulan November 2020 lalu, mereka ini bertemu di salah satu grup chat WhatsApp,” lanjutnya.

Baca juga: Aset PCN Jombang usai HGB Habis Dialihkan ke BPTU

Dari perkenalan awal itu, pelaku sering menghubungi korban dan menggoda korban. Hubungan keduanya pun  semakin dekat. Tak berhenti di situ, pelaku berhasil mengajak korban untuk bertemu bahkan korban menurut saja saat diajak pelaku ke rumahnya di wilayah Kecamatan Tembelang. ”Dengan rayuan dan janji tidak akan sampai hamil atau akan tanggung jawab jika hamil, pelaku kemudian berhasil menyetubuhi korban,” tambahnya.

Bahkan, perbuatan ini dilakukan selama beberapa kali. Dari pengakuannya kepada polisi, sedikitnya MN telah menyetubuhi P sebanyak lima kali di dua tempat berbeda. ”Empat kali di rumah pelaku sendiri saat sedang sepi, sementara satunya lagi di sebuah rumah kosong di dekat rumah pelaku. Terakhir setelah lebaran kemarin,” rinci Teguh.

Singkatnya, P mengetahui ada perubahan aneh pada tubuhnya. Dia sering merasakan mual dan telat datang bulan. ”Ternyata korban hamil,” bebernya.

Bukannya bertanggung jawab, M justru mulai menjauh.  ”Jadi semenjak tahu pacarnya hamil, pengakuannya keduanya sudah tidak lagi berhubungan,” imbuhnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, dua unit HP merek Samsung dan Realme, satu buah baju lengan panjang, satu buah celana legging, satu buah jilbab, kaus warna hitam, dan celana biru dongker.

Dari hasil gelar perkara, polisi menetapkan M sebagai tersangka. Polisi menjeratnya dengan pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ” Ancaman hukumannya minimal 5 tahun, dan paling lama 15 tahun penjara,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP