alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Spirit Karate 20: Karateka Selalu Taat Aturan

10 Juli 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

SEMANGAT: Kwat Prayitno bersama karateka senior Tri Suhadi, Nurhayati  dan Catur.

SEMANGAT: Kwat Prayitno bersama karateka senior Tri Suhadi, Nurhayati dan Catur.

Share this      

Spirit karate ke-20 yakni selalu berpikir dan berusaha menemukan cara untuk hidup sesuai aturan-aturan. Ini mendorong karateka untuk selalu menjadi panutan dan teladan. ’’Bahasa Jepangnya; Tsune ni shinen kufu seyo. Inggrisnya; Think of ways to apply these precepts every day,’’ kata Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, Kwat Prayitno, 60, kemarin.

Karateka sejati akan menerapkan aturan-aturan dan sumpah karate yang diucapkan sebagai jalan hidup sehari-hari yang benar. Sumpah karate ada lima. Isinya; sanggup memelihara kepribadian, sanggup patuh pada kejujuran, sanggup mempertinggi prestasi, sanggup menjaga sopan santun dan sanggup menguasai diri.

’’Karate tidak mendidik orang untuk tawuran, tapi mendidik orang untuk berkepribadian,’’ tegas anggota dewan guru Inkanas nasional ini.

Baca juga: Pertahankan Desain Lama

Diajari memukul, namun bukan untuk senang memukul. ’’Namun untuk memukul hanya jika memang diperlukan,’’ tandasnya.

Karate mendidik orang untuk selalu taat aturan. Sebab pembuat aturan pasti punya cakrawala yang luas. ’’Setiap aturan yang dibuat pasti lebih banyak benarnya dibanding salahnya,’’ urai pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.

Dalam karate berlaku idiom, senior selalu benar. Ini karena senior pasti punya cakrawala  pandang yang lebih luas.

’’Yang datang ke suatu tempat duluan, itu termasuk senior. Maka harus dihormati. Tidak boleh nyerobot antrean,’’ pesan pria yang telah 50 tahun menggeluti karate ini.

Pelatih dan kakak tingkat adalah senior. Maka arahannya harus diikuti. Ketika berlatih, karateka harus mengikuti program yang diberikan pelatihnya.

Dalam kompetisi juga demikian. Karateka harus mengikuti aturan pertandingan yang diikuti. ’’Misalnya kita dicurangi lawan. Kita tidak boleh melanggar aturan. Kita harus tetap sesuai aturan,’’ paparnya. Jika merasa dicurangi, maka bisa mengajukan protes sesuai aturan pertandingan.

Dalam semua lini kehidupan, kita harus taat aturan. Termasuk dalam hal menjalankan usaha. ’’Sekarang ada PPKM darurat, kita sebagai warga negara harus taat,’’ tegasnya. Diperintah vaksinasi, harus taat. Diperintah melaksanakan protokol kesehatan, juga harus taat.

Selama pemberlakuan PPKM darurat, jalan di depan tokonya sempat ditutup total. Secara logika, pembelinya pasti turun. ’’Tapi nyatanya tidak. Justru omzet lebih tinggi dibanding biasanya,’’ bebernya. Ini karena sejak awal dia sudah niat taat aturan. Sehingga ketika jalan ditutup sekalipun, dia tidak protes dan tidak stres. ’’Kalau kita stres, pembeli akan berkurang,’’ ungkap pria yang telah 40 tahun lebih berwirausaha ini.

Makanya dia menyarankan agar pengusaha selalu taat aturan dan menjaga mental agar selalu gembira. ’’Kalau suasana hati gembira, dalam melayani pembeli pasti ceria,’’ bebernya. Ini memunculkan aura positif. Sehingga menarik rezeki lebih banyak.

Dalam berhubungan dengan Tuhan, kita juga harus taat aturan. Semua firman Tuhan harus kita jalankan. Semua rencana Tuhan kita terima dengan tersenyum dan pikiran positif. Ini akan membuat imun kita kuat.

’’Rencana Tuhan selalu baik. Kita harus selalu siap menghadapi apapun yang ada di depan mata. Sambil tetap mengarahkan pandangan pada Tuhan,’’ tuturnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP