alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh
Nyai Hj Umdatul Choirot

Aktif Berorganisasi Bidang Perempuan

07 Juli 2021, 07: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Nyai Hj Umdatul Choirot

Nyai Hj Umdatul Choirot

Share this      

SEBAGAI pengasuh pondok pesantren, Nyai Hj Umdatul Choirot dikenal aktif berorganisasi, terutama bergerak di bidang perempuan dan pendidikan. Ia sering diminta menjadi pembicara dalam berbagai seminar tentang hak-hak perempuan di sejumlah daerah hingga ke Filipina.

Sejak masih kuliah ia sudah aktif menekuni berbagai kegiatan organisasi bidang perempuan. Seperti Rahima, Rabithah Ma'ahid al Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI) maupun organisasi lain. Disamping itu, ia sering mengikuti kunjungan dan studi banding tentang pendidikan di beberapa negara. ”Sejak muda, saya memang aktif organisasi bidang perempuan dan pendidikan,’’ ujarnya.

Ibu tiga anak ini pernah berkesempatan menjadi pembicara di Filipina 1997 tentang hak-hak seorang perempuan. ”Saya menjelaskan bahwa perempuan sebagai ibu rumah tangga juga memiliki hak untuk mengembangkan diri, hak untuk bermasyarakat. Sehingga perempuan tidak harus terkungkung di rumah,’’ tambahnya.

Baca juga: Mandiri setelah Ada HP dan Laptop Bersuara

Putri pasangan Nyai Hj Zubaidah Binti Sulaiman dan KH Ahmad Nasrulloh Bin Abdurohim ini sejak lulus dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 1986, juga dipercaya menjadi pengasuh Pondok Pesantren As-Saidiyyah 2 Tambakberas sejak 2002 hingga sekarang. Ia mempunyai konsep pesantren yang diasuhnya menjadi pesantren ramah anak anti bullying.

”Saya ingin mendidik anak-anak bebas dari bullying, baik dari sesama santri, maupun tindakan bullying dari guru mereka. Sehingga ini yang kami terapkan di pondok,’’ tambah wanita  kelahiran Jombang, 7 April 1961 ini.

Selain berorganisasi, Nyai Um, sapaan akrabnya juga tercatat menjadi dosen bimbingan kitab kuning ilmu Alquran di Universitas Wahab Hasbulloh Tambakberas Jombang. Rutinitas ini dijalaninya sejak 1998 sampai sekarang. Menjadi koordinator penjamin mutu pendidikan di MA Al-I'dadiyyah Bahrul Ulum sejak 2015 hingga sekarang. Serta pendiri dan pembina Majlis Taklim As-Stayyibat Tambakberas, dan pendiri sekaligus pembina Majlis Taklim Kitab Kifayatul Atqiya' Jombang.

Adapun beberapa organisasi yang pernah ia ikuti diantaranya,Ketua Fatayat NU Cabang Jombang 1995-2004, lawatan dan halaqoh hak-hak reproduksi perempuan, P3M di Morro Phipilina (1997), Sekretaris Unit Pelayanan Pondok Pesantren Putri Robitoh Ma’hadil Islamiyah (RMI Pusat), Kepala Madrasah Aliyah Al’idadiyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (2002-2013), dan pendiri SMK Rodhotul Mujawwidin, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi (2016).

”Dalam beberapa kesempatan saya juga aktif mengikuti pelatihan guru di lingkup Kemenag Jombang,’’ tambahnya. Nyai Um juga dipercaya menjadi guru Sekoper Perempuan Berlian Tambakrejo sampai sekarang, program di bawah naungan Puspa (Forum Partisipasi Publik Perempuan dan Anak), guru sekolah gender serta guru mapel Tafsir, Ilmu Alquran di Ma Al I'dadiyyah.

Ia juga pendiri pesantren Tahfidz "Bayt Qur'an" Tambakberas (2016), pendiri masjid etnik Sunan Kalijogo Tambakberas Gang 2 (2016), serta pendiri Mada Auto Care (wirausaha santri) Jombang. Meski usia tak lagi muda, Nyai Um juga masih aktif menjadi kordinator forum kajian gender, kerjasama pesantren-pesantren putri di Jombang dan WCC Jombang sejak 2018 hingga sekarang. Termasuk penasihat yayasan pondok Pesantren Roudhotul Mujawwidin sejak 2014 – sekarang.

”Saya memang tidak suka menganggur. Oleh karena itu, sebagai perempuan saya ingin terus memberikan inspirasi kepada perempuan lain untuk terus aktif dalam berbagai hal,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP