alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Dua Mayat Bayi Mengambang di Sungai Desa Glagahan Perak Jombang

06 Juli 2021, 07: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

EVAKUASI: Petugas dari tim identifikasi Satreskrim Polres Jombang saat mengevakuasi dua mayat bayi yang mengapung di sungai, Senin ((2/7) kemarin.

EVAKUASI: Petugas dari tim identifikasi Satreskrim Polres Jombang saat mengevakuasi dua mayat bayi yang mengapung di sungai, Senin ((2/7) kemarin.

Share this      

JOMBANG – Warga Desa Glagahan, Kecamatan Perak digemparkan dengan penemuan dua mayat bayi terapung di aliran sungai Waru Turi, kemarin (5/7) siang. Bagian tali pusar kedua bayi masih lengkap. Petugas mengevakuasi kedua mayat bayi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Arifien, Kades Glagahan menerangkan, dari informasi yang dia terima, keberadaan jasad bayi pertama kali diketahui salah satu pemulung yang tengah mencari sampah di salah satu titik cek dam di aliran sungai Watu Turi sekitar pukul 10.30.

Saat tengah memunguti sampah, saksi dikejutkan dengan keberadaan jasad mungil tengah mengambang bersama tumpukan sampah. Dia pun segera memberitahukan itu kepada warga lainnya dilanjutkan ke perangkat desa dan Polsek Perak.

Baca juga: Disnaker Jombang Gelar Pelatihan Jahit Tas Hajatan

Tak lama petugas dari tim tim idnetifikasi Polres serta polsek jajaran bersama petugas medis dari Puskesmas Perak tiba di lokasi. petugas dibantu warga segera mengevakuasi jasad bayi yang diketahui berjenis kelamin perempuan ke permukaan.

Terlihat kondisi jasad bayi telanjang dengan tali pusar masih menempel mulai rusak. Hanya berselang beberapa menit, petugas kembali dikejutkan dengan sesosok tubuh mirip manusia. Setelah diangkat ke permukaan, ternyata benar jasad bayi. Berbeda dengan kondisi tamuan jasad bayi pertama, jasad bayi kedua sudah tidak utuh alias sulit dikenali. Bahkan petugas sampai kesulitan menetukan jenis kelaminnya.

Temuan jasad bayi seketika mengundang perhatian warga sekitar. Sebagian warga yang menyaksikan langsung proses evakuasi seketika berteriak histeris saat bayi diangkat ke permukaan. ”Jadi awalnya saya dapat laporan sekitar jam 10.30 bahwa ada penemuan jasad bayi. Setelah dievakuasi dengan kepolisian tadi, ternyata ada dua,” ujar Arifien, Kades Glagahan di lokasi kemarin.

Jasad kedua bayi kini sudah ditangani Satreskrim Polres Jombang. ”Yang satu kecil barangkali tidak sempurna, ternyata kembar,” tambahnya.

Dia pun berharap polisi bisa mengungkap terkait penemuan dua jasad bayi di wilayahnya. ”Kita serahkan prosesnya ke kepolisian. Insya Allah nanti kalau sudah dilakukan penyelidikan akan tahu siapa yang membuat bayi tersebut,” papar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Perak AKP Dwi Retno Suharti membenarkan penemuan jasad dua bayi di sungai wilayah Desa Glagahan, Kecamatan Perak, kemarin. ”Memang benar, kami lihat ada dua mayat bayi dengan kondisinya sudah meninggal dunia di sungai,” ujar dia kemarin.

Dijelaskan, satu bayi masih terhubung dengan ari-ari atau plasenta. Diduga kedua bayi tersebut baru dilahirkan sang ibu. ”Dengan kondisi satunya berjenis kelamin perempuan. Bagian kepalanya sudah rusak. Yang kedua, kita belum mengenali jenis kelaminnya, karena keadaannya tidak utuh,” tambahnya.

Ia juga menyebut, dari hasil visum luar sementara, tidak ada ciri-ciri khusus dari temuan dua jasad bayi. Pihaknya juga tidak menemukan benda lain di sekitar lokasi. Guna pemeriksaan lebih lanjut, petugas segera mengevakuasi jasad kedua bayi ke RSUD Jombang guna dilakukan autopsi. ”Kita menunggu hasil autopsi,” tandas Retno pungkasnya.

Sebelumnya, poada Sabtu (3/7) lalu, warga Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito juga digegerkan dengan penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki di got. Diduga jasad bayi yang ditengarai masih baru dilahirkan sengaja dibuang sang ibu setelah dilahirkan.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP