alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Bertakwa, Berhidayah dan Beruntung

03 Juli 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Bertakwa, Berhidayah dan Beruntung

Share this      

Saat khutbah di masjid Satlantas Polres Jombang, Jumat (2/7), Ustad Hasanudin Sambong, menjelaskan tanda orang bertakwa yang dapat hidayah dan beruntung. ’’Ada lima tanda orang bertakwa yang dapat hidayah dan beruntung,’’ tuturnya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 2-5. Mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.  Juga beriman kepada kitab Alquran yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu. Serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Baca juga: Keroyok Dua Pemuda, Tiga Pendekar Silat Dibekuk

Pertama, beriman kepada yang gaib. Termasuk hal yang gaib yakni adanya setan dan malaikat. Hati kita punya dua pintu. Satu pintu setan. Satunya lagi pintu malaikat. Jika hati kita diisi kebaikan, maka pintu setan menjadi tertutup. Sedangkan pintu malaikat terbuka. Sehingga hati kita dipenuhi cahaya. Alhasil, semua ucapan dan tingkah laku kita akan disinari cahaya.

Sebaliknya, ketika hati diisini keburukan, maka pintu malaikat tertutup. Sedangkan pintu setan terbuka lebar. Alhasil, hati kita akan dipenuhi kegelapan. Sehingga ucapan dan tingkah laku kita dikendalikan setan.

Termasuk perkara yang gaib yakni takdir kita. Kita harus terus berbuat baik agar ditakdirkan Allah baik. ’’Agar ditakdirkan selamat dari korona, kita harus ikhtiar,’’ ucapnya. Ikhtiar lahir dengan melaksanakan protokol kesehatan dan meningkatkan imun. Ihtiar  batin dengan banyak berdoa, berzikir dan baca salawat.

Kedua,  mendirikan salat. ’’Kalau ingin salat kita pasti diterima Allah, laksanakanlah dengan berjamaah,’’ sarannya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, orang yang salat berjamaah diberi Allah lima hal. Rezekinya lancar. Bebas siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati jembatan sirot secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.

Ketiga,  mau menafkahkan sebagian rezeki. Baik dengan zakat maupun sedekah. ’’Menyembelih hewan kurban juga termasuk menafkahkan rezeki di jalan Allah,’’ paparnya. Kita harus berusaha agar bisa berkurban setiap tahun.

Keempat, beriman dengan kitab Alquran dan kita-kitab sebelumnya. Diantara tanda kita iman pada Alquran yakni sering membacanya. Orang yang membaca Alquran pasti dosa-dosanya diampuni. Dan diberi Allah anugerah yang besar tanpa orang itu meminta.

Kelima, beriman dengan hari kiamat. Kiamat kecil adalah kematian. Kiamat besar adalah hari hancurnya seluruh isi dunia.

Kita pasti akan bertemu dengan keduanya. Sehingga harus menyiapkan bekal dengan banyak beramal saleh.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP