alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Keroyok Dua Pemuda, Tiga Pendekar Silat Dibekuk

03 Juli 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DIAMANKAN: Tiga pelaku pengeroyokan saat diamankan di Mapolres Jombang, kemarin.

DIAMANKAN: Tiga pelaku pengeroyokan saat diamankan di Mapolres Jombang, kemarin.

Share this      

JOMBANG – Enam kawanan remaja harus berurusan dengan polisi. Menyusul aksi pengeroyokan yang dilakukan terhadap dua remaja di sekitaran GOR Merdeka Jombang (22/6). Tiga pelaku berhasil diringkus, tiga pelaku lain masih buron.

Tiga pelaku yang diringkus masing-masing RDS, 17, MTH, 17, pelajar asal Kecamatan Bandarkedungmulyo dan Andis Cator Prasetiyo, 24, alias Gembong, warga Desa/Kecamatan Perak. Sementara tiga pelaku yang masih buron di antaranya AK, 29 dan YG, 19, warga Kecamatan Bandarkedungmulyo serta FE, 19, warga. ”Tiga pelaku ini kita amankan di rumahnya masing-masing. Ketiganya sudah ditetapkan tersangka. Kita juga masih mengejar tiga pelaku lain,” terang AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang (2/7) kemarin.

Teguh menerangkan, penangkapan ketiganya bermula kejadian pengeroyokan yang menimpa Muhammad Cahyo Takbirulloh, 20 dan Izam Adi Anto, 20, warga Kecamatan Megaluh 22 Juni lalu.

Baca juga: Enam Pegawai Dinas PUPR Positif Covid-19, Pelayanan Sementara Ditutup

Bermula puluhan kawanan pemuda yang diduga anggota salah satu perguruan silat melakukan konvoi sepeda motor menuju Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Selasa (22/6) malam.

Kegiatan konvoi dipicu adanya kabar terkait perusakan gapura perguruan silat yang diikuti kawanan pemuda ini. Tidak hanya konvoi, kawanan pemuda ini juga melakukan sweeping kelompok yang diduga melakukan perusakan. ”Di depan GOR Merdeka Jombang sampai ke depan Kampus Undar,” katanya.

Nahas, di lokasi itu, Muhammad Cahyo Takbirulloh, 20 dan Izam Adi Anto, 20, warga sedang asyik ngopi.  Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba para pelaku menyerang keduanya yang malam itu tengah mengenakan kaus warna hitam bertuliskan Bhayangkara Ponorogo. ”Para pendekar ini menganggap kaus itu adalah simbol perguruan lawan mereka, sehingga langsung melakukan pengeroyokan,” imbuh Teguh.

Akibat kejadian, korban mengalami luka cukup serius. Setelah puas menganiaya kedua korban, kawanan pemuda ini pun meninggalkan korban yang sudah terkapar. ”Pelaku juga membuang baju yang dipakai kedua korbannya,” imbuhnya.

Mendapat perlakuan itu, kedua korban melapor polisi. ”Kita lakukan penyelidikan dan berhasil amankan tiga pelaku,” tambahnya.

Tak hanya itu, polisi turut mengamankan lima pemuda lain yang ikut dalam konvoi. ”Hingga kemarin masih berstatus saksi dan dikenai wajib lapor saja,” bebernya.

Dalam penangkapan itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, kaus yang dikenakan korban, bendera perguruan silat juga empat sepeda motor yang jadi sarana konvoi. ”Pelaku kita kenakan pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-1 KUHP ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun,” pungkas Teguh.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP