alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kasus Bandar Narkoba Sekeluarga Tunggu Pelimpahan ke Pengadilan

02 Juli 2021, 22: 18: 27 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kasus Bandar Narkoba Sekeluarga Tunggu Pelimpahan ke Pengadilan

Share this      

JOMBANG – Bapak, ibu, anak dan menantu asal Kecamatan Mojoagung yang jadi pengedar dan bandar sabu, akan segera menjalani masa sidang. Ini setelah penyidik Satresnarkoba Polres Jombang menuntaskan penyidikan dan pelimpahan tahap dua.

“Untuk pengedar sabu sekeluarga itu sudah masuk tahap dua, jadi tersangka dan barangbukti sudah dilimpahkan ke kejaksaan, tiga minggu lalu,” terang AKP Moch Mukid Kasatresnarkoba Polres Jombang.

Dengan pelimpahan itu pihaknya telah menuntaskan proses penyidikan. Kini, menunggu jadwal persidangan. “Kalau sudah tahap dua, kita tinggal menunggu untuk dilimpahkan ke pengadilan,” lanjutnya.

Baca juga: Awalnya Musala Markas Gemblengan Pemuda Ansor 1965

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Jaya Kasipidum Kejari Jombang, belum bisa menerangkan lebih detail perihal penyerahan tahap dua kasus narkoba tersebut. Pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu kebenarannya. “Saya cek dulu, tapi kalau benar sudah tahap dua, artinya akan segera dilimpahkan  pengadilan,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi berhasil membekuk Valupi Widiawati, 22 dan suaminya Eko Faris Handryanto alias Domber, 25 di rumah Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung (17/2) lalu. Keduanya ditangkap setelah kedua orang tua mereka Joko Hariyanto alias Bapak, 46 dan Anik Wijayanti, 40, ditangkap terlebih dahulu. Keempatnya ditangkap lantaran berjejaring dalam bisnis sabu dan pil koplo jenis Y.

Dalam penggerebekan itu, diamankan barangbukti sabu berat 408,93 gram atau nyaris setengah kilogram, juga 128.000 butir pil koplo jenis Y. Barangbukti ini ditaksir mencapai harga Rp 1 miliar. Keempatnya mengakui, bisnis narkotika tersebut dikendalikan salah satu narapidana di Lapas Porong.

Atas perbuatannuya, keempatnya harus meringkuk di tahanan. Keduanya dijerat pasal berlapis, Pasal 114 ayat (2)  Subs pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang Undang No35 Tahun 2009, juga pasal 196 Undang Undang No36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP