alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kabupaten Jombang Masuk Zona Oranye, Terapkan PPKM Darurat Mulai Besok

Penegakan Prokes Lebih Ketat

02 Juli 2021, 06: 55: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Akhmad Jazuli Sekdakab Jombang

Akhmad Jazuli Sekdakab Jombang

Share this      

JOMBANG -  Lonjakan kasus Covid-19 yang kian tak terkendali mendapat atensi serius pemerintah. Untuk menekan penularan, pemerintah membuat kebijakan penerapan PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali, tak terkecuali Kabupaten Jombang.

”Benar, jadi Jombang memang termasuk daerah yang masuk kegiatan PPKM Darurat. Ada level-levelnya dan kita masuk di level 3,” terang Akhmad Jazuli, Sekdakab Jombang, Kamis (1/7).

Pemberlakukan PPKM Darurat disebut Jazuli akan dilaksanakan di Jombang terhitung sejak 3 – 20 Juli mendatang. Berbeda dengan PPKM sebelumnya, PPKM Darurat disebut Jazuli lebih ketat. ”Tentu lebih ketat lagi,” terangnya.

Baca juga: Serangan Wereng Meluas, Petani di Mojoagung Terpaksa Panen Dini

Dikatakan Jazuli, sesuai petunjuk teknis dari pemerintah pusat, banyak kegiatan yang akan dibatasi dalam PPKM Darurat. Di antaranya, kegiatan sektor non esensial akan diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH).

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring alias online.

Sementara untuk sektor esensial maupun kritikal, masih diperbolehkan untuk mempekerjakan seluruh karyawannya meskipun tetap dengan prokes ketat. ”Misalnya rumah sakit itu ya nanti tetap buka seluruhnya, perbankan bisa seperlunya dan kantor-kantor yang lain pun akan menyesuaikan, kegiatan sekolah ya tetap dilakukan daring,” lanjutnya.

Selain itu, untuk pemberlakuan jam malam juga akan terus diperketat. Jazuli menyebut berlakukan PPKM Darurat ini akan membuat seluruh kegiatan niaga maupun sosial kemasyarakatan harus selesai sebelum pukul 20.00. Sementara untuk sejumlah warung makan hingga PKL, Jazuli menyarankan agar memberlakukan pelayanan take away agar tak memancing kerumunan. ”Intinya pembatasan jam malam sampai pukul 20.00 masih akan terus berlanjut. Penindakan juga terus dilakukan. Bahkan siang hari pun, kalau memang memancing kerumunan ya akan kita bubarkan,” lontarnya.

Dia berharap, dengan penerapan PPKM Darurat penularan Covid-19 di Kabupaten Jombang bisa ditekan. Dan berharap masyarakat bisa menjalankan PPKM Darurat dengan disiplin. ”Mudah-mudahan masyarakat ini disiplin, dan aparat dan tenaga kesehatan juga tetap semangat ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam pedoman PPKM Darurat yang dikeluarkan pemerintah, banyak mengatur kegiatan masyarakat. Di antaranya penerapan kebijakan Work From Home 100 persen bagi sektor non esensial. Kegiatan belajar mengajar secara online.

Selanjutnya, sektor esential diberlakukan 50 persen maksimum staf Work from Office (WFO) dengan penerapan protokol ketat. Sementara untuk sektor kritikal seperti sektor energi, kesehatan, trasportasi, objek vital nasional serta beberapa lainnya diperbolehkan 100 persen maksimum staf WFO dengan prokes ketat.

Di antara kegiatan yang masuk sektor essential yakni, keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Selanjutnya pada kegiatan sektor kritikal di antaranya energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Sementara itu,dalam kegiatan PPKM Darurat  supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional maksimal pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, dan pusat perdagangan ditutup.

Kegiatan makan atau minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mal hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan konstruksi yaitu tempat konstruksi dan lokasi proyek beroperasi 100 seratus persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Sementara tempat ibadah di antaranya masjid, musala, gereja, pura, vihara dan kelenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara.

Sementara itu, area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya ditutup sementara. Kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan ditutup sementara.

Sementara itu, untuk transportasi umum angkutan masal, taksi konvensional dan online dan kendaraan rental diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan prokes ketat.

Kegiatan resepsi pernikahan maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak diperkenankan makan di tempat.

Kemudian poin dua belas, pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh harus menunjukkan kartu vaksin dan PCR untuk pesawat serta tes Antigen untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

Selain itu, pemakaian masker saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Pelaksanaan PPKM Mikro di tingkat RT/RW zona merah tetap dilakukan.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP