alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Diguyur Hujan, Tembakau Petani Utara Brantas Jombang Layu

20 Juni 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

IRIGASI: Salah satu petani tengah menggali irigasi di sela-sela tanaman tembakau untuk resapan air.

IRIGASI: Salah satu petani tengah menggali irigasi di sela-sela tanaman tembakau untuk resapan air.

Share this      

JOMBANG – Hujan yang turun beberapa hari terakhir membuat petani tembakau utara Brantas waswas. Akibat guyuran air hujan, sebagian tembakau petani yang baru ditanam terancam rusak.

Salah satunya dirasakan petani tembakau di Dusun Ngebul, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu. Tembakau yang kini sudah berusia satu bulan lebih sering terkena guyuran hujan. ”Kalau sampai bulan tujuh (Juli, Red) hujan terus, ya wassalam,” kata Arif salah seorang petani kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, hampir seminggu terakhir tanaman tembakau miliknya dengan luasan banon 250 sekira 3.500 meter persegi diguyur hujan. Akibatnya sebagian tanamannya kini layu. ”Mudah-mudahan tidak sampai mati,” imbuh dia.

Baca juga: Mrs X Tersambar KA Sri Tanjung

Menurutnya, upaya yang dilakukan kini hanya bisa membuat irigasi kecil di area tembakau. Itu dilakukan agar air guyuran gujan tak mandek hingga merendam tembakau. ”Biar airnya lancar, nggak nyumbat. Kalau mandek sotongnya jelas mati,” kata Arif.

Tidak hanya dirinya, mayoritas petani di wilayahnya juga menanam tembakau. ”Sudah sejak awal Mei lalu mulai tanam,” bebernya. Memang saat ini petani dihadapkan dengan kondisi cuaca yang tak menentu. ”Harunsya sekarang sudah masuk musim kemarau, tapi hujannya masih terus turun,” imbuhnya.

Kini hujan terus-terusan mengguyur wilayah setempat dan sekitarnya. ”Kalau seminggu begini ya jelas mati amblas,” ujar Arif sembari menyebutkan sawah seluas banon 250 sekira 3.500 meter persegi ditanami tembakau.

Terpisah Priadi Kepala Dinas Pertanian (Disperta Jombang) mengakui, wilayah utara Sungai Brantas kini sudah menanam tembakau. ”Sudah tanam tembakau 30 persen, rencananya tanam 5.800 hektare,” kata Priadi dikonfirmasi.

Disinggung ancaman tembakau mati, menurut dia sudah ada sosialisasi dilakukan pihaknya. Yakni prediksi musim hujan hingga persiapan membuat irigasi di area sawah. ”Untuk masalah hujan poktan sudah diberitahu PPL prediksinya dari BMKG. Sehingga mayoritas petani siap dengan membuat got (irigasi kecil, Red) yang dalam,” terang dia.

Sehingga lanjut dia, tanaman dirasa bisa aman. ”Tapi petani yang tidak nggatekke PPL dan gotnya kurang dalam dan tanaman baru rata-rata harus tanam ulang. Karena tembakaunya mati,” kata Priadi lagi.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP