alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Sarapan Murah dan Nikmat dengan Pecel

20 Juni 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

GURIH: Salah satu rahasia di balik nikmatnya makan pecel dari racikan bumbu dan lalapan pendamping.

GURIH: Salah satu rahasia di balik nikmatnya makan pecel dari racikan bumbu dan lalapan pendamping.

Share this      

JOMBANG – Salah satu menu makanan yang banyak diburu warga saat sarapan, yakni pecel. Selain harganya terjangkau, rasanya pun bisa memanjakan lidah. Terlebih pecel juga disajikan dengan aneka sayuran yang kaya akan gizi.

Di Jombang sendiri, ada salah satu desa yang dikenal menjadi sentra pedagang pecel. Tepatnya di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto. Pasalnya, banyak warganya yang sudah puluhan tahun berjualan pecel. Uniknya, mayoritas mereka berjualan keliling. Sebagian memanfaatkan sepeda pancal, sebagian lainnya berjualan menggunakan motor.

Salah satunya Suliatun. Dia mengaku sudah sekitar 21 tahun berjualan pecel keliling. Saat ini dia sudah mengaku sudah memiliki banyak pelanggan.

Baca juga: Angsana Tumbang Timpa Avanza

Salah satu kunci pecelnya banyak dinanti pelanggan, dari racikan bumbu. ”Ya, racikan bumbu sangat menentukan rasa pecel. Kalau racikan bumbunya mantap, bahan sayurnya juga pas, pasti orang rela antre untuk beli,” terangnya

Menurut suliatin, masing-masing penjual pecel pasti punya racikan bumbu sendiri, tak terkeculia dirinya. Agar menghasilkan bumbu dengan rasa mantap, pertama-tama dia memilih bahan dasarnya, yakni kacang yang baik. ”Kacangnya tidak sembarang kacang, harus dicari yang kualitas baik, sehingga menghasilkan bumbu yang enak,” bebernya.

Sebenarnya banyak dijual bumbu pecel siap saji. Namun dirinya lebih memilih meracik sendiri. ”Kalau racik sendiri, rasanya bisa terjamin. Kan juga ada tambahan bahan-bahan lain biar bumbunya makin sedap,” imbuhnya.

Mislanya ditambahkan bahan kencur, daun jeruk serta bawang putih dan bahan-bahan lainnya. ”Semua bumbu digiling dengan mesin,” sambung Suliatun.

Sebagai pelengkap menunya, dia pun tidak sembarang memilih bahan lalapan. Mulai dari kangkung, kecambah dan sayuran lainnya. ”Semua bahan sayurannya juga pilih yang kualitasnya baik,” imbuhnya.

Para pedagang juga menyajikan pecel dengan aneka sayuran. ”Tambahannya saya siapkan sayur lodeh dan sambal tumpang sebagai pelengkap,” sebut dia.

Selain tambahan sayur lodeh, pecel semakin lengkap dengan beberapa tambahan lauk. Mulai dari telur dadar atau telur ceplok hingga aneka lauk lainnya macam daging ayam. ”Ada rempeyek juga kerupuk,” kata Suliatun.

Kekhasan bumbu pecel semakin terasa, kala sudah disajikan. Bumbu dicampur dengan air sesuai takaran. Lalu dituangkan ke nasi. Berwarna kecokelatan, bumbu yang sudah cair itu semakin menggoda lidah. ”Bumbunya ini yang jadi khas, karena semua dibuat sendiri,” ujar dia lagi.

Kudapan ini bisa dinikmati saat pagi hari atau sarapan. Untuk harga, pembeli tidak parlu merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya, pecel sudah siap disantap dengan hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 7 ribu – Rp 10 ribu. ”Tergantung lauknya juga, misal pakai daging ya harganya bisa lebih mahal,” imbuhnya.

Suliatun menerangkan, untuk berjualan, biasanya dia lebih banyak ngepos di salah satu pusat keramaian. Misalnya di alun-alun atau pun taman Kebonrojo. ”Kalau yang beli mulai semua kalangan, dari mulai orang biasa hingga pejabat kalau pagi banyak yang cari pecel,” bebernya.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP