alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Mrs X Tersambar KA Sri Tanjung

20 Juni 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

LAKA KERETA: Sejumlah warga dan anggota kepolisian saat mengevakuasi korban terserempet kereta di Km 60 wilayah Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito (19/6).

LAKA KERETA: Sejumlah warga dan anggota kepolisian saat mengevakuasi korban terserempet kereta di Km 60 wilayah Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito (19/6).

Share this      

JOMBANG –  Seorang Mrs X harus dilarikan di rumah sakit. Itu setelah tubuhnya terlempar akibat terserempet Kereta Api (KA) Sri Tanjung di Km 60, tepatnya di Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito (19/6). Polisi masih menelusuri identitas korban.

”Korban mengalami luka berat, saat ini sudah menjalani perawatan di RSUD Jombang,” terang AKP M Amin, Kapolsek Sumobito dikonfirmasi.

Amin menerangkan, semula korban diketahui warga tengah mondar-mandir di sekitar rel kereta. Sekitar pukul 15.08 melaju kereta api Sritanjung tujuan dari Surabaya-Lempuyangan dari arah timur ke barat.

Baca juga: Foto Bersama Polisi Era Belanda, Kini Mapolres Jombang

Mengetahui datangnya kereta, bukannya menjauh, justru korban nekat berusaha menyeberang rel. Warga pun berusaha meneriaki korban agar menjauh dari rel. Sayang korban tetap saja nyelonong menyeberang.

Karena jarak terlalu dekat, masinis kereta pun tak mampu menghindar. Seketika tubuh korban terlempar lantaran terserempet bodi kereta. ”Korban terserempet, tubuhnya terlempar beberapa meter,” terangnya.

Mengetahui itu, warga pun berdatangan memberikan pertolongan. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Jombang guna mendapat penanganan medis. ”Korban mengalami luka berat,” imbuhnya.

Akibat kejadian itu, masinis kereta sempat menghentikan laju kereta mendadak. Sekitar lima menit kemudian, kereta kembali melanjutkan perjalanan.

Selain mengevakuasi korban, polisi juga melakukan olah TKP. Dari tubuh perempuan ini, tidak ditemukan identitas diri. ”Kita masih gali identitasnya,” bebernya.

Dugaan awal, korban mengalami gangguan mental. ”Dugaan awal mengalami gangguan kejiwaan, namun masih kita dalami lebih lanjut,” singkat Amin.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP