alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Klaster Dinsos Jombang Terus Meluas

Pendamping PKH dan TKSK Masuk Sasaran Tracing

20 Juni 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Budi Winarno Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang

Budi Winarno Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang

Share this      

JOMBANG – Kabupaten Jombang kembali mencatat peningkatan signifikan kasus Covid-19. Dalam sepekan terakhir tercatat ada penambahan kasus positif baru mencapai 88 kasus. Dari hasil tracing, mayoritas kasus baru berasal dari klaster perkantoran, yakni dinas sosial (Dinsos).

Data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, per Sabtu (19/6) ditemukan 20 warga positif terpapar Covid-19. ”Ya, ini masih berlanjut itu dari klaster dinsos, namun untuk jumlah riil tambahannya kami kurang paham” terang Budi Winarno Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Budi menambahkan, usai ditemukan 11 pegawai di dinas sosial (Dinsos) terpapar Covid-19, petugas Dinas Kesehatan terus melakukan perluasan swab antigen. Hasilnya, memang sebagian mereka yang kontak erat terpapar. ”Dengan dinkes melakukan perluasan untuk swab antigen, otomatis separo dari swab antigen pasti nyantol,” imbuhnya.

Baca juga: Dua Pekerja Migran Asal Jombang Positif Covid-19

Disinggung terkait terkait lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir masih ada kaitannya dengan klaster dinsos, Budi tak menampik. ”Dua hari ini masih klaster dinsos, karena besar-besaran itu untuk dinkes melakukan swab antigennya, kemarin bahkan sampai di dewan, untungnya tidak ada, karena kan yang berinteraksi banyak di dinsosnya,” bebernya.

Disinggung terkait kegiatan pelacakan juga dilakukan kepada tim pendamping TKSK dan PKH, Budi tak menampik. ”Secara rincinya, berdasar infomasi kepala dinas, sempat mengumpulkan rapat,” imbuhnya.

Ditanya mengenai hasil identifikasi jenis virus korona dari klaster dinsos, hingga kini belum diketahui. ”Yang menentukan genome itu, Alfa Beta, Delta itu provinsi, mulai dari kemarin sudah dikirim untuk mengethui jenis apa, tapi sampai sekarang belum keluar,” tegasnya.

Sesuai data yang dirilis Dinkes Jombang, temuan 20 kasus baru tersebar di sejumlah kecamatan. Masing masing tiga orang dari Kecamatan Jombang, Gudo tiga orang, Mojoagung dua orang, dan Tembelang dua orang, Ngoro dua orang, Perak dua orang.

Sementara Kecamatan Diwek, Peterongan, Mojowarno, Kesamben, Bandarkedungmulyo dan Plandaan masing-masing bertambah satu orang. ”Sehingga total angka kumulatif ada 4.920  sejak awal pandemi,” tambahnya.

Dijelaskan, dari laporan yang diterima kemarin ada juga laporan satu kasus meninggal dari Kecamatan Jombang dan sembuh empat orang masing-masing satu dari Jombang, Ploso, Gudo dan Bandarkedungmulyo.

Akibat lonjakan kasus, saat ini wilayah Kecamatan Jombang dan Gudo masih tertahan di zona merah. Sementara terdapat empat kecamatan masuk kategori zona oranye, di antaranya Kecamatan Megaluh, Tembelang, Peterongan dan Diwek.

Dikonfirmasi terpisah, Hari Purnomo Kadinsos Jombang menyebut sampai hari ini tidak menemukan pegawai baru terpapar Covid-19. ”Insyaallah kalau dari pegawai kami tetap 11 orang. Dan belum ada info tambahan dari hasil tracing dinkes,’’ ujar dia.

Disinggung terkait hasil tracing yang dilakukan kepada pendamping PKH maupun TKSK di wilayah kecamatan, Hari menyebut belum mendapat laporan. ”Kami sudah mengirimkan data tersebut ke dinkes untuk dilakukan tracing. Namun jadwal kami kurang tahu karena info dari dinkes akan dikoordinasikan dengan puskesmas masing- masing domisili para pendamping. Namun total data yang kami kirim lebih dari 10 orang,” pungkasnya.

Tren persebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang kembali melonjak. Data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes), per Jumat (18/6) ditemukan 26 warga positif terpapar. Dari hasil tracing, mayoritas kasus terpapar dari klaster perkantoran, yakni dinas sosial (Dinsos) yang sebelumnya terdapat 11 pegawai positif.

Budi Winarno, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang tak menampik adanya lonjakan kasus baru dalam beberapa hari terakhir. Dari laporan Dinkes Jombang, per Jumat ada temuan 26 kasus positif baru. ”Jadi memang lonjakan kasus baru dari hasil tracing ada hubungannya dengan klaster di dinsos,” terangnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelayanan Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang dibatasi. Itu setelah ditemukan 11 pegawai dinyatakan positif terpapar Covid-19. Untuk menekan risiko penularan semakin meluas, diterapkan Work From Home (WFH) termasuk jam pelayanan juga dibatasi. Diduga berasal dari salah satu pegawai di lingkungan dinsos yang sebelumnya melakukan perjalanan luar kota. Setelah dilakukan swab test hasilnya dinyatakan positif. ”Setelah itu dimungkinkan Covid-19 menular dari salah satu pegawai ini.” singkat Budi.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP