alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Percayalah dan Jangan Lagi Khawatir!

20 Juni 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh

Share this      

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya percaya dan tidak khawatir.

’’Mengapa kita sering merasa takut dan khawatir?  Karena kita suka sekali menghitung-hitung masalah, kesukaran dan penderitaan yang kita alami,’’ tuturnya.

Jika hal itu terus dilakukan, kita akan semakin kecewa dan terpuruk.  Sesungguhnya kita tidak memiliki kuasa untuk menghitung-hitung masalah dan penderitaan.  Semakin kita menghitungnya, semakin kita menjadi lemah.

Baca juga: Permendagri Diterima Awal Tahun

Kitab Mazmur 56:9 mengatakan: "Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kau taruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kau daftarkan?"

Dari ayat di atas kita dingatkan, bahwa ketika kita berdoa dan menyerahkan seluruh beban hidup kita kepada Tuhan dengan linangan air mata, air mata kita telah Tuhan daftarkan.  Artinya, air mata kita telah ditampung di dalam kirbat Tuhan dan Ia hendak menggantikannya dengan berkat dan suka cita yang berkelimpahan.  Karena itu berhentilah menghitung-hitung. Milikilah iman yang teguh bahwa Tuhan sangat peduli dengan apa yang kita alami.

Kita harus sadar, kekhawatiran, ketakutan dan kebimbangan adalah bentuk serangan iblis bagi orang percaya di akhir zaman.  Iblis selalu memiliki rancangan yang buruk bagi kehidupan manusia, tidak terkecuali bagi orang percaya.  Iblis sangat suka melihat orang yang selalu kwawatir, takut dan bimbang.  Memang itulah agenda Iblis:  menyerang manusia di segala aspek kehidupannya. Baik lewat perekonomian, keluarga, rumah tangga maupun pelayanan. Sehingga manusia akan kehilangan damai sejahtera, sukacita, dan tidak percaya lagi alias mulai ragu akan kuasa Tuhan.  Akibatnya, manusia mulai mencari pertolongan instan kepada ilah-ilah lain.

Semakin memandang sekeliling, kita akan semakin memikirkan masalah dan hal itu membuat kita menjadi lemah.  Mari kita arahkan pandangan kita pada kebesaran dan kedahsyatan kuasa Tuhan saja.  Tidak seharusnya kita khawatir dan bimbang sebab kita memiliki Tuhan yang besar. Yang jauh melebihi besarnya semua masalah yang kita alami di dunia ini.  Apakah dengan khawatir, masalah kita terselesaikan?  Justru sebaliknya, kekhatiran dan kebimbangan semakin menjauhkan kita dari mukjizat Tuhan.

Karena  "...Orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin.  Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan."  (Yakobus 1:6-7). ’’Buang semua kekhawatiran dan percayalah! Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP