alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bupati Jombang Dorong Dinkes Maksimalkan Tracing

19 Juni 2021, 17: 10: 56 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BERI PENJELASAN: Bupati Jombang Mundjidah Wahab memberikan keterangan, Jumat (18/9) kemarin.

BERI PENJELASAN: Bupati Jombang Mundjidah Wahab memberikan keterangan, Jumat (18/9) kemarin.

Share this      

JOMBANG - Bupati Jombang Mundjidah Wahab ikut merespons ditemukannya 11 pegawai dinas sosial yang terkonfirmasi Covid-19. Bupati sudah mengintruksikan dinas kesehatan (dinkes) melakukan tracing secara maksimal.

”Jadi yang ada di dinas sosial sudah kita tangani, termasuk upaya tracing kepada kepada pegawai,” ujar dia kepada sejumlah wartawan usai menghadiri acara di Gedung Bung tomo, Jumat (18/6) kemarin.

Dia menyebut, saat ini dari 11 pegawai dinas sosial yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, sebagian menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, beberapa pegawai lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Kunker Komisi C dan D, Bahas Penanganan Sampah dan Lapangan Pekerjaan

Disinggung terkait pelayanan di dinsos, Bupati menyebut secara otomatis terdampak. ”Pelayanan di dinas sosial sekarang masih sangat terbatas. Karena sekarang kita lockdown untuk memutus penularan,” terangnya.

Dari informasi yang diterima, munculnya 11 pegawai dinas sosial yang terjangkit Covid-19 dikarenakan bermula seorang pegawai yang baru pulang dari Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah menghadiri hajatan.

Kemudian, diduga menularkan Covid-19 ke beberapa pegawai lainnya setelah melakukan kontak erat. ”Iya di sana menghadiri acara hajatan,” tegasnya.

Bupati mengingatkan seluruh warga Jombang meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penularan Covid-19, terlebih dalam waktu dekat memasuki bulan Dzulhijjah, di mana banyak masyarakat menggelar hajatan. ”Saya tidak melarang hajatan, tapi jangan sampai hajatan ada kerumunan. Kemudian saya berharap tidak ada makan di tempat,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada seluruh kepala desa dan camat agar memantau warganya yang baru pulang dari luar kota. Terutama memantau kondisi kesehatan apakah mengalami gejala-gejala yang mengarah kepada Covid-19. ”Yang akan keluar kota atau pulang keluar kota paling tidak harus dilakukan rapid test. Ini kita lakukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Jombang,” pungkas Bupati Mundjidah.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP