alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Punya Tiga PSK, Per Jam Rp 40 Ribu

Terkait Penangkapan Mucikari di Tunggorono

14 Juni 2021, 18: 46: 28 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG – Pasca terbongkarnya bisnis prostitusi terselubung di eks lokalisasi tunggorono, polisi terus mendalami pemeriksaan. Kepada polisi, Anis Itasari, 31, mengaku mempekerjakan tiga PSK (pekerja seks komersial). Selain mendapat fee dari jasa mucikari, dia juga mendapat pemasukan dari sewa kamar.

”Jadi selain fee, tersangka juga dapat pemasukan dari sewa kamar. Ada tiga kamar, per jam dipatok Rp 40 ribu,” terang AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Dia menerangkan, dari hasil pemeriksaan diketahui, Anis mengaku sudah menjalankan bisnis gelapnya ini sejak 2019 lalu. perempuan asal Kecamatan Kembali, Kabupaten Mojokerto mengontrak rumah di kawasan eks lokalisasi Tunggorono untuk menjalankan bisnis prostitusi itu. ”Jadi rumah yang jadi tempat dia kerja di kawasan eks lokalisasi Tunggorono itu adalah rumah kontrakan. Tersangka mengontrak rumah itu seharga Rp 3 juta pertahunnya,”imbuh Teguh.

Baca juga: PTSL Rawan Dimainkan, Dewan Minta APH Turun

Untuk memuluskan bisnisnya, Anis mengelabui petugas dengan membuka usaha warung kopi. Sementara di dalam rumah, ada tiga kamar yang biasa digunakan PSK-nya melayani tamu. ”Jadi di bawah dia ini, ada tiga orang PSK sebenarnya, cuma waktu penggerebekan kemarin hanya dua yang sedang aktif, dan semuanya berusia antara 20-30 tahunan,” lanjutnya.

Ketiga PSK yang dijual Anis, juga merupakan orang lama yang sudah malang melintang di bisnis ini. Ketiganya juga warga luar Jombang yang tinggal di rumah kontrakan milik Anis. Teguh menyebut, ketiganya merupakan teman Anis sejak dulu. ”Sudah kenal lama antara tersangka dengan PSK-nya ini, mereka ini teman tersangka bekerja di lokasi itu saat lokalisasi masih buka dulu,” tambahnya.

Selama tiga tahun ini, Anis masih menjalankan bisnisnya secara konvensional. Ia hanya melayani tamu yang datang ke warungnya, itupun dengan memilah dan memilih terlebih dahulu. ”Jadi karena sembunyi-sembunyi, tersangka akan melihat dulu siapa tamunya ini sebelum memberikan anak buahnya,” imbuh Teguh.

Sementara untuk pembagian keuntungan, kepada polisi Anis mengaku mendapat bagian untuk jasa makelar dan jasa sewa kamar. Dari Rp 150 hingga Rp 200 ribu tarif PSK-nya, Anis mendapat bagian Rp 25 ribu untuk fee setiap kali booking. ”Sedangkan untuk sewa kamar, tersangka mematok tarif Rp 40 ribu per jamnya,” lontarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anis dibekuk unit PPA Satreskrim Polres Jombang di warung yang jadi lokasi prostitusi terselubung di kawasan eks lokalisasi Tunggorono Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan dua perempuan diduga PSK untuk diperiksa sebagai saksi.

Polisipun kini telah menahan Anis di Mapolres Jombang. Akibat perbuatannya, warga asal Kabupaten Mojokerto ini dijerat pasal Pasal 296 KUHP.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP