alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

IDI Minta Evaluasi Pelaksanaan Isoman

11 Juni 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

dr Achmad Iskandar Dzulqornain Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang

dr Achmad Iskandar Dzulqornain Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang

Share this      

SEMENTARA itu,  dr Achmad Iskandar Dzulqornain Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang mengaku sudah mendengar terkait satu keluarga di Gudo terpapar Covid-19. Selain mendorong segera dilakukan tracing, IDI juga menyoroti terkait pelaksanaan isoman (isolasi mandiri).

”Jadi untuk isoman secara ketentuan memang diperkenankan, artinya memang diperbolehkan Kemenkes. Jadi tidak semua orang positif boleh dimasukkan rumah sakit, hanya gejala sedang dan berat yang dapat di rawat di rumah sakit,” kata Iskandar kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (10/6) kemarin.

Dia menambahkan, mereka yang tak bergejala atau memiliki gejala ringan boleh melakukan isolasi mandiri. ”Tapi intinya harus melakukan suatu proses isolasi. Mereka harus mengikuti kaidah yang ditentukan. Misalnya apa yang harus dan tidak boleh dilakukan, itu sudah ada ketentuannya,” imbuh dia.

Baca juga: Membahayakan, Jalan Raya Ploso – Gedek Dikeluhkan

Untuk ketentuan pemantauan lanjut dia, juga harus selalu terhubung dengan tenaga kesehatan. ”Melaporkan maupun dipantau kondisi kesehatannya,” sambung Iskandar.

Kendati demikian, dalam pemantauan dirasa isoman berjalan kurang baik. ”Banyak laporan yang tidak disiplin, memang bukan laporan secara resmi. Tetapi dari lapangan dan keluhan baik dari petugas atau teman-teman aparat yang muncul,” ungkap Iskandar.

Menurutnya, kurang berjalan baiknya isoman itu sehingga membuat beberapa daerah menyediakan satu tempat. ”Seperti di Jakarta ini di Wisma Atlet, kemudian di Surabaya juga sudah menyiapkan satu tempat,” terang Iskandar.

Lantas bagaimana efektivitas isoman di Jombang? Iskandar belum berani memastikan itu. ”Saya belum melihat secara khusus soal itu (efektivitas, Red). Kalau ngomong itu perlu memang baik. Karena bisa lebih mudah untuk dipantau dan bisa dipastikan tingkat kedisiplinannya, program yang dijalankan juga bisa terarah,” urai dia.

Diakui, sebelumnya Jombang sudah pernah melakukan itu. ”Seperti di Unipdu dan Stikes Jombang. Sudah ada petugas yang memantau, dan kebutuhan vitamin serta obat juga diberikan,” papar dia.

Menurutnya, kembali dijadikan satu tempat isolasi tergantung kemampuan anggaran. ”Cuma apakah ini harus dilakukan masalah anggaran ada atau tidak. Karena, begitu dikumpulkan di satu titik, untuk hajat dan hidup seluruhnya harus ditanggung,” terang Iskandar.

Sehingga masih menurut dia, sebelumnya sudah dibentuk Kampung Tangguh yang kini diandalkan. ”Akhirnya sekarang ada Kampung Tangguh itu. Mestinya diberdayakan dan dioptimalkan lagi,”tandas Iskandar.

Iskandar juga mendorong dinas kesehatan melakukan tracing dengan cepat dan tepat, terlebih dari informasi, warga yang terpapar setiap harinya beraktivitas di pasar. ”Ini harus gerak cepat, tracing harus maksimal,” tandasnya.

Menurutnya, kegiatan tracing merupakan salah satu upaya, agar jangan sampai ditemukan kasus sudah dalam kondisi parah lantaran sebelumnya luput dari tracing petugas. ”Teman-teman puskesmas, dinkes yang memiliki tanggung jawab tracing, kita harapkan melakukan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, masih ditemukannya persebaran kasus baru, meski angkanya tidak terlalu signifikan menandakan, bahwa virus ini masih menjadi ancaman yang nyata. ”Sehingga harus menjadi warning kita semua,” bebernya.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP