alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Dicecar Majelis Hakim, Tito Mengaku Salah

Sidang Kasus Dana Hibah KONI

11 Juni 2021, 08: 55: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DARING: Tito Kadar Isman saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa dari lapas kelas II-B Jombang, Kamis (10/6) kemarin.

DARING: Tito Kadar Isman saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa dari lapas kelas II-B Jombang, Kamis (10/6) kemarin.

Share this      

JOMBANG – Sidang lanjutan kasus dana hibah KONI Jombang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Tito Kadar Isman digelar di Pangadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya (10/6). Di hadapan majelis hakim, eks ketua umum KONI periode 2017-2020 mengakui kesalahannya dalam menggelola anggaran.

”Secara umum, terdakwa mengakui kesalahannya, memang ada ketidaksinkronan proposal. Dia juga mengakui tidak punya keahlian untuk mengatur manajemen keuangan dan ada juga kegiatan yang tidak sesuai dengan proposal,” terang Muhammad Salahuddin, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Jombang.

Salahuddin menambahkan, sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa digelar daring. Terdakwa mengikuti sidang dari lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II-B Jombang. Sementara penuntut umum, penasehat hukum (PH) dan majelis hakim menjalani sidang di Ruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya. ”Sidangnya tetap daring, karena PH tidak meminta dia dihadirkan di hadapan majelis,” lanjutnya.

Baca juga: Tuan Rumah Penataran Wasit Jatim

Dalam sidang, Tito dicecar sejumlah pertanyaan berkaitan dengan pengelolaan anggaran selama dia memimpin KONI Jombang. Setelah agenda pemeriksaan terdakwa, majelis hakim mengetuk palu penundaan sidang. ”Sidang ditunda Kamis (17/6) pekan depan. Untuk agenda depannya langsung ke pembacaan tuntutan dari JPU,” pungkas Salahuddin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang menetapkan Tito Kadar Isman, Ketua Umum KONI Jombang 2017-2021 sebagai tersangka dalam kasus dana hibah KONI sejak 8 Desember 2020. Tito, diduga telah menyalahgunakan uang negara dari Hibah Pemkab Jombang selama tiga tahun sejak 2017-2019.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, penyidik kejaksaan telah melakukan pemeriksaan kepada 25 saksi baik dari cabor maupun sekretariat KONI Jombang. Penyidik menemukan indikasi kerugian negara sekitar Rp 270 juta dari tiga tahun anggaran hibah Pemkab Jombang yang diterima KONI.  Kebocoran anggaran sebesar itu ditengarai berada pada bagian sekretariat KONI.

Dalam persidangan, terungkap sejumlah permasalahan yang ada pada pelaksanaan dana Hibah KONI selama 2017 hingga 2019. Diantaranya dugaan anggarankegiatan dobel hingga dugaan mark upterkaitpembelian dalam kegiatan KONI. Terungkap juga beberapa kegiatan yang telah dilakukan tak dilengkapi dengan bukti pembayaran dan SPj lengkap.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP