alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Bina Kreatifitas Gantikan Ujian

11 Juni 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MENYENANGKAN: Keiatan anak-anak di tempat penitipan anak (TPA) Sahabat Bunda Ngusikan sebelum pandemi.

MENYENANGKAN: Keiatan anak-anak di tempat penitipan anak (TPA) Sahabat Bunda Ngusikan sebelum pandemi.

Share this      

JOMBANG – Pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak ada ujian kelulusan. Istilah untuk mengisi laporan perkembangan yaitu bina kreatifitas. Anak-anak yang lulus PAUD harus menguasai enam aspek perkembangan.

’’Bentuk bina kreatifitas kami serahkan kepada lembaga. Ada lembaga yang memberikan soal, ada yang penilaiannya berdasarkan kegiatan yang dilakukan dengan siswa,” kata Tita Aniqowardani, ketua Himpaudi Jombang, kemarin.

Biasanya, kegiatan bina kreatifitas dilakukan minimal dua pekan sebelum libur semester. Hasilnya dituangkan dalam laporan perkembangan. Lengkap dengan pengukuran tinggi dan berat badan anak.

Baca juga: Masjid Al Furqaan yang Bernuansa Modern

Kegiatan bina kreatifitas dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan. Salah satu caranya dengan mengobrol, saling tanya jawab antara siswa dan guru. Ada juga yang dilakukan dengan memberikan soal untuk dijawab.

Tita menegaskan, siswa yang lulus PAUD harus memiliki enam aspek perkembangan. Pertama, nilai moral agama, seperti mengucap dan menjawab salam, mengenal tempat ibadah, menirukan gerakan salat, menghafal doa pendek dan doa harian. ’’Seperti doa mau makan, mau tidur, bangun tidur,” jelasnya.

Kedua, aspek fisik motorik. Siswa harus bisa jalan berjinjit. Stimulasi lainnya melalui cara menendang bola, menirukan gerakan senam, dan bergaya seperti pohon binatang.

Ketiga, aspek kognitif. Siswa mampu mengenal konsep bilangan angka, dan nama benda. Keempat, aspek bahasa. Siswa mampu mengenal huruf. Tapi belum diharuskan bisa membaca. Mampu mendengarkan cerita, dan mampu menceritakan buku bergambar tanpa teks.

Kelima, aspek sosial emosional. Anak-anak yang berusia 3-4 tahun bisa memakai kaos kaki dan sepatu sendiri. Mampu mencuci tangan sendiri, berbagi dengan teman dan mengenalkan budaya antre.

Keenam, aspek seni kreatifitas. Siswa bisa mengecat dengan tangan, finger painting, mentutul, menyetempel, menabur, membuat kolase biji-bijian.

Setelah melakukan penilaian dan memasukkan dalam laporan perkembangan, siswa diliburkan. ’’Liburnya mulai 21 Juni sampai 4 Juli,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP