alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tunggu Hasil Tes Genome Keluar

Terkait Pasutri Asal Bangkalan Positif Corona

10 Juni 2021, 08: 45: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DIJEMPUT: Petugas bersiap menjemput dua pasien asal Bangkalan, Madura Selasa (8/6) lalu.

DIJEMPUT: Petugas bersiap menjemput dua pasien asal Bangkalan, Madura Selasa (8/6) lalu.

Share this      

JOMBANG –  Sampai dengan Rabu (9/6) kemarin, RSUD Jombang belum bisa memastikan jenis virus korona yang menjangkiti pasutri asal Kabupaten Bangkalan, Madura. Pasalnya masih menunggu hasil pengujian sampel genome yang dikirim ke Surabaya.

”Sampai sekarang hasilnya belum keluar, mungkin beberapa hari ke depan. Kita juga masih menunggu,” terang Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran.

Disinggung terkait hasil tracing terhadap pasian asal Bangkalan, Pudji menyebut kewenangannya tim Satgas Covid-19 yang dikomandoi dinas kesehatan. ”Kalau tupoksi tracing ada di teman-teman dinkes. Kami fokus pada penanganan isolasi pasien. Yang jelas sejauh ini, tidak ada tambahan pasien yang kami rawat. Sejauh ini yang dari Bangkalan ada dua itu,” papar dia,” papar dia.

Baca juga: Karut-marut Perizinan, Jombang Dinilai Krisis Kepemimpinan

Pudji menambahkan, sebelum hasil uji swab keluar, kedua pasien memang mengajukan isolasi mandiri di rumahnya di Jl Seroja. Karena tidak ada gejala yang berat, akhirnya pihak RSUD mengizinkan mereka. ”Namun begitu uji swab turun dan hasilnya positif, kami kemudian menyampaikan ke ibu bupati termasuk koordinasi dengan Satgas Covid-19. Dan, mereka pun kami lakukan penjemputan,” ujar dia.  

Dari keterangan yang dihimpun, kedua pasien sempat berpindah tempat dua kali.. Pertama di Jl Seroja, kedua di Jl Cempaka Desa Mojongapit. ”Maka yang perlu dilakukan adalah penelusuran kontak erat. Kami khawatir mereka sudah kontak dengan kerabat kerabatnya,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jombang drg Subandriyah membenarkan ada dua pasien asal Bangkalan Madura yang dirawat di RSUD Jombang. Dia menegaskan, keduanya merupakan warga pendatang, bukan warga Jombang. ”Iya kan pendatang,” terangnya.

Soal penelusuran kontak erat, Subandriyah mengaku sudah melakukan upaya maksimal dengan timnya. ”Tracing sudah kita lakukan. Dari laporan yang kami terima, dia belum penah bertemu siapa-siapa,” tambahnya.

Dari keterangan yang dihimpun, pasien tersebut adalah SDM kesehatan. Sehingga upaya koordinasi untuk dilakukan isolasi di RSUD Jombang cukup mudah. ”Awalnya sebelum swab keluar, memang mereka ingin isoman. Tapi setelah kami jelaskan, alhamdulillah mereka mau kami bawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan isolasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, petugas RSUD Jombang dibuat waswas. Itu setelah rumah sakit pelat merah ini menerima dua pasien dari Kabupaten Bangkalan, Madura. Dari hasil uji swab, keduanya dinyatakan positif Covid-19. Sebagai antisipasi kemungkinan varian baru, keduanya dirawat di ruang khusus.

Keduanya IR, 34, dan istrinya RTS, 34. Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran tak menampik terkait keberadaan dua pasien Covid-19 asal Bangkalan, Madura. ”Jadi memang benar, ada dua orang, suami istri. Mereka asli warga Pesisir Sepuluh Bangkalan, Madura sesuai dengan KTP yang mereka bawa,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Pudji khawatir soal dugaan varian baru Covid-19. Hal itu ditengarai dari daerah mereka berasal, yakni Bangkalan yang saat ini kasus Covid-19 meledak tinggi. ”Akhirnya hasil swab menyatakan mereka positif. Tanpa pikir panjang kami akhirnya koordinasi ke ibu bupati dan ibu bupati langsung menginstruksikan agar dievakuasi secara terpisah,” tambahnya.

Akhirnya, setelah menerima arahan bupati, kedua pasien yang terkonfirmasi Covid-19 diisolasi di ruang khusus terpisah dengan ruang isolasi Covid-19 lainnya. ”Karena ada kekhawatiran varian baru Covid-19, sehingga mereka kita rawat di tempat terpisah dengan pasien lainnya. Di ruang Gatot Kaca,” papar dia.

Sebagai tindakan, pihaknyajuga sudah mengambil sampel genome kedua pasien. Karena tidak memiliki alat tes genome, akhirnya sampe dikirim ke Surabaya. ”Kalau dari Bangkalan kita khawatirnya kan varian baru itu ya,” terangnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP