alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh
Hj WE Tjitrawatie SH, MSi

Senam dan Akupuntur 61 Tahun Tetap Cantik dan Energik

10 Juni 2021, 07: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Hj WE Tjitrawatie SH, MSi saat senam dirumahnya.

Hj WE Tjitrawatie SH, MSi saat senam dirumahnya.

Share this      

OCI alias oma citra, panggilan sayang nenek dua cucu Hj WE Tjitrawatie SH, MSi. Di mata teman kerabat, ia lebih akrab disapa Cici. Dunia olahraga identik dengannya. Tak heran, pensiunan Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang ini tetap cantik dan energik.

”Alhamdulillah Allah memberi kesehatan sampai sekarang, saya masih sering berolahraga untuk diri sendiri,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang di rumahnya Jl Juanda Jombang, beberapa waktu kemarin.

Ia dengan suaminya H Santoso rutin olahraga bersama, seperti gowes dan lari siang. Usianya pada 23 Juni nanti masuk 61 tahun. Meski begitu, tenaga oma Oci ini masih kuat berlari sejauh 2-3 kilometer. Olahraga lain yang ia lakukan ialah senam. Ia pun memiliki sanggar senam di garasi mobilnya.

Baca juga: Mulai Garap Lantai 3, Bentuk Tim MK

Lantaran memiliki sanggar senam sendiri, ia rutin senam dua-tiga hari sekali. Menurutnya hal itu tidak padat. Sebab, sebelum pandemi ia senam setiap hari. Apalagi aktif menjadi pengurus Persatuan wanita olahraga Indonesia (Perwosi Jombang), ia sering mengikuti senam bersama di tempat terbuka pada event tertentu.

”Sejak pandemi ini senamnya tak sepadat dulu, sekarang paling dua sampai tiga hari sekali, inisiatif senam di rumah,” tambahnya. Bagi dia, olahraga membawa banyak manfaat. Selain badan lebih bugar, ia juga tidak malas dalam berkegiatan, tidak mudah capek, tidur yang nyenyak dan berkualitas, serta makan lahap.

”Urusan ini yang harus dijaga betul, karena semakin bertambah usia, makan semakin enak,” ungkapnya. Untuk urusan makan, ia tetap menerapkan diet tipis-tipis. Mengurangi gula dan nasi agar badan tak semakin melar. Meski begitu, konsisten merupakan hal tersulit. Maklum, setelah purna tugas sebagai ASN, ia masih banyak berkegiatan.

”Masih sering rapat, pasti banyak makanan, jadi sementara selingkuh dari diet tadi. Apalagi kalau kondangan manten, pasti lebih banyak makanan,” tambah Sekretaris Perwosi Jombang ini. Dengan pola hidup seperti itu, Cici mengaku tak pernah ada keluhan asam urat, kolesterol atau lainnya seiring bertambahnya usia. ”Saya rutin cek, dan Alhamdulillah tidak ada keluhan seperti itu,” jelasnya.

Ia juga rutin mengonsumsi suplemen alami. Ia memilih jus buah. Seperti apel, wortel, jeruk dan jambu. Setiap hari ia meminum jus buah tanpa gula. Setiap pagi, sebelum makan, ia mengonsumsi lemon sekaligus dengan kulitnya yang direndam dengan air hangat.

”Awal-awal minum seperti itu getir, pahit, tapi sekarang sudah terbiasa, malah kalau sehari saja tidak minum, seperti ada yang kurang. Karena minum rendaman air lemon bisa membersihkan usus,” kata ibu dua anak ini.

Jus lain yang sering ia minum adalah air alami dari kacang panjang. Kacang panjang sebonggol dijus, kemudian diperas untuk diambil airnya. Juga seledri seperempat kilogram dan ketumbar yang direbus dengan air mendidih. Minuman itu menurutnya sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan.

Tips yang jarang orang ketahui itu ia dapat dari guru ngajinya. ”Saya punya guru ngaji, beliau usia sudah 80 tahun, tapi masih cantik dan energik, tubuhnya masih bugar dan masih kuat berolahraga. Saya ingin seperti itu dengan mencontoh kebiasaan-kebiasaan baiknya,” tambahnya.

Belakangan, Cici juga mulai menggemari terapi akupuntur. Menurutnya terapi akupuntur membawa banyak manfaat, mulai melancarkan syaraf otot dan memperlancar peredaran darah jika ada penyumbatan. Akupuntur dijalaninya sebulan dua kali. ”Saya upayakan rutin karena manfaatnya luar biasa. Biasanya terapi akupuntur ke Mojoagung,” pungkas dia.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP