alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
proyek gedung tujuh lantai Bank Jombang

Tender Melalui Vendoriza

10 Juni 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DIKEBUT: Pembangunan PT BPR Bank Jombang masuk tahap lantai 3.

DIKEBUT: Pembangunan PT BPR Bank Jombang masuk tahap lantai 3.

Share this      

SEBELUM proyek gedung tujuh lantai PT BPR Bank Jombang Perseroda dimulai, proses tender dilakukan melalui pihak lain dalam hal ini Vendoriza. Sebab, sumber anggaran proyek tidak berasal dari APBD Kabupaten maupun APBN.

Joko Murcoyo tim teknis pendamping pengadaan barang/jasa proyek, menyebut proses tender proyek sebelumnya dilakukan melalui pihak lain. Aturan pengadaan barang/jasa ini mengacu Perpres 16/2018 yang sudah diubah menjadi Perpres 12/2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Ruang lingkupnya mengatur pengadaan di lingkungan kementerian, lembaga dan perangkat daerah, yang menggunakan anggaran belanja APBN atau APBD Kabupaten,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu kemarin (9/6).

Baca juga: DPPKB-PPPA Adakan Advokasi Desa Layak Anak

Anggaran proyek yang bukan dari pemerintah untuk proses lelang itulah maka proses lelang juga menyesuaikan. Artinya sudah tidak masuk LPSE, karena di pasal 2 sudah dinyatakan begitu. “Kalau pasal 2b itu pengadaan barang/jasa sebagain atau seluruhnya, dana bersumber dari pinjaman atau hibah dalam negeri yang diterima pemerintah/pemerintah daerah. Itu juga tidak termasuk,” imbuh dia.

Sehingga proses tender proyek berbeda, tidak ikut LPSE. Di Perpres juga ada pengecualian, salah satunya BLUD atau BUMD. “Sehingga Bank Jombang secara kelembagaan masuk BUMD atau BULD ada tender tersendiri,” sambung Joko.

Meski demikian, pihaknya turut serta mendampingi selama proses lelang berlangsung. ”Jadi mereka ikut Vendoriza. Itu hampir sama dengan LPSE, namun khusus untuk BUMD atau BUMN,” beber Kabag Pengadaan Barang/Jasa Setdakab Jombang ini.

Terpisah, Tri Endah Sektiwati Sekretaris Pembinaan BUMD Jombang, mengaku proses lelang proyek menggunakan pihak ketiga. Berbeda dengan LPSE yang notabene lelang pemerintah. “Sementara BUMD ini kekayaan yang dipisahkan. Bukan APBN dan APBD,” sambungnya.

Berdasar aturan itu lanjut dia, pihaknya kemudian mencari informasi terkait lelang untuk BUMD. ”Aturannya sudah jelas lelang ABPN atau APBD ikut LPSE. Sementara BUMD ini diatur tersendiri. Kita mencari ke kabupaten/kota lain ketemu PT Ideaprolog Indonesia,” terang dia.

Dijelaskan, PT Ideaprolog Indonesia itu bagian dari dalam Vendoriza. ”Di PDAM Bogor, lalu di Jakarta, kemudian di Kalimantan juga ikut sana. Alhamdulillah kita terbantu, akhirnya ikut menggunakannya,” ungkap Kabag Perekonomian Setdakab Jombang ini.

Proses lelang di Vendoriza, kata dia, juga mempunyai sistem sendiri. Seluruh pengusaha yang hendak ambil bagian harus mendaftar. ”Sistem akan menyaring sendiri, mulai verifikasi manual Siapa yang tersaring bisa ikut lelang. Istilahnya mereka tarung harga,” pungkas Endah.

Untuk diketahui, proyek ini dimenangkan PT Citra Mandiri Cipta dengan nilai kontrak Rp 19,7 miliar yang bersumber BPR Bank Jombang (non APBD). Waktu pelaksanaannya, selama 330 hari kalender.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP