alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Masih Lengkapi Petunjuk Jaksa

Penyidikan Kasus Galian C Ilegal di Ngoro

07 Juni 2021, 22: 19: 01 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG – Penyidikan kasus pertambangan galian C ilegal di Kecamatan Ngoro yang menjerat Priyono, 51, sebagai tersangka masih berproses di kepolisian. Usai melengkapi petunjuk jaksa, penyidik segera mengirim berkas kembali ke kejaksaan.

”Prosesnya kemarin itu sudah kita tambahi petunjuknya, jadi mungkin hari ini (kemarin,Red) dikirim lagi ke kejaksaan,” terang AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Teguh menyebut, setelah berkas dikembalikan, penyidik dari Satreskrim Polres Jombang langsung mengebut lagi pemberkasan. Sejumlah petunjuk dari jaksa juga berupaya dipenuhi.

Baca juga: Penyidikan Kasus Pupuk dan Perpusdes Lamban

Dalam petunjuknya, Jaksa disebut Teguh memberikan dua petunjuk, berkaitan dengan saksi dan pendalaman materi sangkaan yakni berkaitan dengan izin kegiatan tambang galian C yang sebelumnya digerebek. ”Jadi yang pertama terkait tambahan saksi, sudah kita lakukan, dan yang ke dua pedalaman masalah perizinannya, juga sudah kita lengkapi,” terangnya.

Dia berharap, hasil penelitian jaksa nantinya sudah tidak ada kekurangan. ”Mudah-mudahan bisa segera P21, sehingga bisa segera masuk sidang,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang galian C diduga ilegal di Dusun Payak Mundil, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro digerebek polisi (16/4). Sejumlah barang bukti disita petugas di antaranya, mesin ekskavator merek Komatsu PC200 warna kuning, satu unit dump truk bernopol S 8039 UZ yang di dalamnya berisi batu hasil tambang.

Selain itu, polisi juga menyita satu buah bolpoint warna hitam dan 60 lembar kertas bertuliskan penjualan hasil tambang. Serta uang tunai hasil penjualan tambang sebesar Rp 11. 360.000. Selanjutnya, keseluruhan barang bukti selanjutnya diamankan ke Mapolres Jombang.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui aktivitas pertambangan di lokasi tersebut belum berizin. Polisi menetapkan Priyono, 51, pemilik tambang asal Kabupaten Gresik sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat melanggar pasal  158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. ”Pelaku kita lakukan penahanan,” singkat Teguh

Dalam perkembangannya, berkas yang dikirim ke kejaksaan dinyatakan P19 alias belum lengkap dan dikembalikan ke penyidik.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP