alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Izin Agen E-Warong Dicabut

Terkait Temuan Penggantian Komoditas Sembako

07 Juni 2021, 18: 19: 49 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Izin Agen E-Warong Dicabut

Share this      

JOMBANG -  Aksi nekat salah satu agen E-warong yang diduga mengganti komoditas program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) ke 13 KPM (keluarga penerima manfaat) berbuntut panjang. Itu setelah BNI Cabang 46 resmi mencabut izin agen penyalur di Desa Glagahan, Kecamatan Perak ini.

Keputusan ini tertuang dalam surat nomor 460/4252/415/20/2021 yang ditandatangani Sekdakab Jombang Akmad Jazuli. Surat itu menerangkan, berdasarkan surat Pimpinan BNI 46 Kantor Cabang Jombang, tertanggal 18 Mei 2021 Nomor JBG/05/914 perihal Pencabutan Izin Agen Penyalur di Wilayah Desa Glagahan, maka, tikor (tim koordinasi) kecamatan diminta berkoodinasi dengan pemdes (pemerintah desa) setempat untuk mendukung kelancaran penyaluran bansos sembako agar dapat mengidentifikasi agen bank, E-warong, KUBE dan atau pedagang bersama tim BNI dengan memperhatikan jumlah dan sebaran KPM di wilayah tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Sekdakab Jombang Akhmad Jazuli membenarkan terlait surat tersebut. Dia menegaskan, berdasarkan hasil investigasi di lapangan, izin agen yang diduga menabrak pedoman umum (pedum) panyaluran bansos sembako lantaran mengganti komoditas daging ayam menjadi minyak goreng kemasan dan gula kepada 13 KPM resmi dicabut. ”Jadi memang benar, terkait agen di Desa Glagahan sudah final, diberhentikan oleh BNI,” ujar dia melalui Hari Purnomo, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jombang, Rabu (5/6) kemarin.

Baca juga: MTsN 16 Jombang Gelar Haflatul Wada’ , Ada Siswa Hafal 5 Juz

Pihaknya mengaku, sudah menindaklanjuti ke tikor kecamatan agar segera berkoodinasi terkait penyaluran BPNT di tahap selanjutnya. ”Kami tikor kabupaten sudah menindaklanjuti seperti surat di atas,” tambahnya.

Hari menjelaskan, sesuai pedum program sembako perubahan I tahun 2020, wewenang penggantian dan penujukan agen E-warong ada di BNI. Sehingga, dia tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan calon agen yang baru. ”Untuk selanjutnya terkait penggantiannya menjadi kewenangan BNI. Namun demikian pemdes dapat mengidentifikasi dan memetakan calon agen pengganti yang layak bersama tim BNI,” papar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Ponimin, selaku pengelola Agen BNI 46 Cabang Jombang belum bisa memberikan keterangan. ”Mohon maaf, terkait konfirmasi masalah hasil evaluasi agen E-warong di Kecamatan Perak itu bukan porsi saya untuk memberikan jawaban, jadi saya mohon maaf,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP