alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Polisi Dalami Dugaan Tindak Pidana Aborsi

Oknum Perawat RSUD Hamili Pelajar

07 Juni 2021, 18: 15: 45 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Share this      

JOMBANG – Doni Deadi Subaktiar, 31, tersangka kasus persetubuhan terhadap Bunga, 17, (nama samaran) terancam hukuman berat. Itu setelah penyidik menemukan indikasi tindakan oknum perawat RSUD Jombang yang ke mengarah ke tindak pidana aborsi ilegal.

”Kita masih dalami pemeriksaan. Jadi setelah tahu korban hamil, pelaku kemudian membeli pil penggugur kandungan, dia membelinya secara online,” terang AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Teguh menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah berulangkali menyetubuhi korban. ”Dari pengakuan pelaku, sudah enam kali melakukan hubungan (suami istri,Red), ,” terang Teguh.

Baca juga: 648 Lembaga PAUD Belum Terakreditasi

Hubungan badan di luar pernikahan itu, dilakukan pelaku di sejumlah tempat. Di antaranya di rumah korban hingga beberapa kali dilakukan di kamar kos-kosan pelaku. Hingga pada akhir 2020, korban merasakan ada keanehan pada dirinya, lantaran dua bulan tidak menstruasi. ”Setelah melakukan beberapa kali hubungan, korban kemudian merasakan telat menstruasi sampai dua bulan, dan korban akhirnya tahu kalau dia hamil,” lanjutnya.

Mengetahui Bunga hamil, Doni pun kebingungan. Untuk menutupi perbuatan bejatnya, perawat honorer ini diduga merencanakan pengguguran paksa kandungan janin yang ada di rahim Bunga. ”Jadi setelah tahu korban hamil, pelaku kemudian membeli pil penggugur kandungan. Dia mengaku membelinya secara online,” imbuhnya.

Setelah berhasil mendapatkan pil penggugur, Doni kemudian membujuk pacarnya untuk meminum obat yang dibelinya itu. Kepada petugas, korban juga tak tahu jika obat yang diberikan pelaku adalah obat penggugur kandungan. ”Jadi setelah minum itu, korban kemudian mengalami pendarahan seperti haid, dari itu dia baru tahu kalau tersangka ini memberinya obat penggugur kandungan,” tambah Teguh.

Mengetahui dirinya ditipu kekasihnya, korban yang masih palajar lantas mengadukan perbuatan keji pacarnya itu kepada orang tuanya. Mendengar penuturan anaknya itu, orang tua korban sempat meminta tersangka untuk bertanggung jawab. Karena posisinya terpojok, pelaku pun berjanji untuk menikahi korban setelah hari raya Idul Fitri kemarin. ”Namun, janji tersangka ini tidak ditepati, sehingga  berujung ke pelaporan kepada polisi itu,” lontarnya.

Saat ini, polisi masih menyelidiki obat yang digunakan pelaku untuk menggugurkan kandungan korban. Dari pengakuan pelaku, obat penggugur kandungan berbentuk kapsul itu dibeli melalui online. ”Nanti kita lakukan pendalaman lagi. Kalau sudah ada petunjuk dan pelaku sudah mengaku, akan kita tracing melalui medsosnya tersebut,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Doni Deadi Subaktiar, 31, warga Kecamatan Kabuh harus berurusan dengan polisi. Itu setelah tindakan tindakan nekatnya menghamili Bunga, 17, (nama samaran). Bukannya bertanggung jawab, oknum perawat RSUD Jombang enggan menikahi korban bahkan diduga memperdayai korban agar menggugurkan kandungannya. Atas perbuatannya, Doni didjerat melanggar pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP