alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Setubuhi Siswi SMA, Perawat RSUD Jombang Dibui

06 Juni 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG – Doni Deadi Subaktiar, 31, perawat RSUD Jombang harus berurusan dengan Unit PPA Satreskrim Polres Jombang. Ia ditangkap polisi setelah dilaporkan orang tua pacarnya, setelah menyetubuhi anak gadisnya yang masih di bawah umur.

“Kepada yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka, kini ditahan di Mapolres Jombang, proses pemeriksaan intensif masih dilakukan,” terang AKP Teguh Setiawan Kasatreskrim Polres Jombang.

Kasus yang menimpa warga Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh ini bermula saat ia berpacaran dengan Bunga, 17, yang masih berstatus siswa SMA. Hubungan pacaran dijalani Doni sejak setahun terakhir.

Baca juga: Ada Ratusan Spesies Cantik di Green House Anggrek yang Humble

Meski awalnya normal, kedekatan keduanya makin intim ketika Doni sering mampir ke rumah dalam kondisi sepi. Berbekal rayuan gombal, Doni mulai mengajak sang pacar  berhubungan laiknya suami istri. “Jadi pelaku ini modusnya bujuk rayu, berjanji akan menikahi jika mau disetubuhi, sehingga korban mau,” lanjutnya.

Tak hanya sekali, perbuatan itu makin sering dilakukan. Bahkan, dari keterangannya kepada polisi, korban sempat hamil karena ulah Doni. “Kalau pengakuan pelaku sudah enam kali, pacarnya sempat hamil dan keguguran,” imbuh dia. Namun setelah sekian lama berpacaran, Doni mulai menjauh.

Merasa dikhianati, sang pacar memberitahukan hal ini kepada orang tuanya yang kemudian melapor ke Mapolres Jombang. “Jadi pelapor orang tua korban 26 April 2021, kemudian kita lidik hingga dibekuk di rumahnya 31 Mei 2021 kemarin,” rinci Teguh.

Atas perbuatannya, perawat RSUD Jombang ini dijerat pasal 81 UURI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, memastikan jika Doni adalah pegawai honorer bertugas sebagai perawat di bagian ICU Central. Meski sudah bekerja sejak tiga tahun lalu, namun pihaknya masih menunggu proses hukum yang berjalan.

“Terakhir kali kami tahu dia masuk kerja seminggu lalu,” ujarnya. Pudji menyebut belum memberhentikan yang bersangkutan dari tenaga honorer. Terlebih dalam kasus ini urusan pribadi sang perawat.  “Kalau sanksi belum. Saat ini memang belum bisa menjalankan tugas, sehingga status masih karyawan,” tambahnya.

Pudji beralasan, status Doni sementara izin  tidak masuk kerja. Dia sendiri juga masih menunggu perkembangan penanganan hukum yang berjalan. “Kalau nanti berhalangan tetap, ya kita putus kontraknya. Tapi misalkan masuk kembali, mungkin masih bisa dipertimbangkan,” pungkas dia.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP