alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Tiga Perubahan Besar Masjid Kauman Mojoagung

06 Juni 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MENTERENG: Bangunan dua tingkat Masjid Ar Ridlo Kauman ini sekarang lebih mentereng.

MENTERENG: Bangunan dua tingkat Masjid Ar Ridlo Kauman ini sekarang lebih mentereng.

Share this      

SALAH satu masjid tua di Jombang adalah Masjid Ar Ridlo di Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung. Masjid ini terpantau sudah beberapa kali mengalami rehabilitasi dan perubahan bentuk.

Foto paling lama ditemukan tahun 1948 silam. Foto monokrom ini memperlihatkan gambar dua tentara sekutu yang terlihat duduk santai di depan gapura pintu masuk masjid. Bangunan masjid hanya terlihat separo di bagian depan.

Terlihat saat itu, masjid Ar Ridlo memiliki bangunan selasar di depan dengan cungkup genteng berbentuk memanjang. Sementara bangunan utama berbentuk limas dengan atap kerucut menjulang. “Juga terlihat masjid tidak memiliki kubah besar, tidak ada menara dan bangunan masjid masih dikelilingi pagar tembok,” terang Alfian Widi Santoso, penelusur sejarah Kecamatan Mojoagung.

Baca juga: Nasi dan Mie Goreng Jumbo

Masjid Ar Ridlo Kauman di tahun 1980

Masjid Ar Ridlo Kauman di tahun 1980

Foto kedua, koleksi milik orangtua Widi sendiri yang diambil kisaran 1980. Bentuk masjid Ar Ridlo sudah berbeda. “Dalam foto itu selasar masjid masih ada, perubahannya tidak signifikan tapi lapis dua, pagar keliling juga masih ada meski lebih rendah,” lanjutnya.

Dalam foto kedua itu yang paling mencolok, perubahan bentuk kubah masjid. Jika foto 1948 bentuk kubah masjid terlihat runcing dan ramping. Di tahun 1980 terlihat kubah masjid berbentuk bola besar dengan ujung atas dan bawah mengecil. “Bisa dilihat kubahnya lebih besar seperti balon udara,” tambah Widi.

Dalam foto lain di tahun sama 1980, terlihat halaman depan kanan masjid dalam proses renovasi. Sejumlah benda bekas bangunan dibongkar. “Menara masjid juga belum ada di foto,” lontarnya. Kemudian, hasil penggalian data yang dilakukannya, masjid Ar Ridlo kembali mengalami rehabilitasi besar setelah 1990.

Perombakan ini besar-besaran dalam beberapa tahap hingga lanskap masjid seluruhnya berubah. “Kalau sekarang perbedaannya sudah sangat kentara, mulai selasar sampai bangunan utama sudah berubah, tentu lebih bagus,” ungkapnya.

Misal bagian selasar masjid yang kini tak lagi berbentuk kotak memanjang, bagian depan masjid telah dibangun menjadi dua lantai. Yang berbeda, keberadaan menara besar di halaman kanan masjid yang sebelumnya tidak ada. “Mungkin saja karena kebutuhan lahan untuk jamaah yang makin banyak, sehingga perbaikan terus dilakukan,” pungkas dia.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP